close
lpdp
Relawan Mata Garuda bersama Komunitas Sapu Lidi Pekalongan berfoto bersama saat mengisi motivasi dan sosialisasi di SDN1 Kepatihan Wiradesa. Sabtu (23/02). Foto: Imam Nur Huda

Wiradesa, Wartadesa. – Setiap orang berhak untuk memiliki impian atau cita-cita dalam hidupnya. Pun, tak terkecuali bagi kalangan keluarga tidak mampu. Tercapai atau tidaknya sebuah cita-cita, bergantung pada usaha dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Dibutuhkan perjuangan ekstra keras, pantang menyerah. Ada harga yang harus dibayar oleh siapapun untuk mewujudkan sebuah mimpi.

Membagikan dan memotivasi agar siapa saja mau bermimpi, kini dilakoni oleh Nur Puji Lestari, Koordinator wilayah Pekalongan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Mata Garuda. Dia bersama empat relawan dari 11 relawan yang ada di Pekalongan, Sabtu (23/02) berbagi pengalaman dan motivasi kepada siswa-siswi SD Negeri 1 Kepatihan, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Puji Lestari, siapapun berhak untuk bermimpi dan mewujudkan mimpinya, meski dia berasal dari kalangan tidak mampu, “Kami memberikan motivasi kepada anak-anak SDN1 Kepatihan untuk fokus ke cita-cita. Jangan berhenti untuk bermimpi, jangan karena keterbatasan (miskin) terus berhenti untuk mewujudkan cita-cita,” tuturnya.

Penerima beasiswa LPDP Kementrian Keuangan ini mengaku bahwa dirinya berasal dari keluarga tidak mampu, namun ia berhasil mewujudkan cita-citanya. “Saya balik ke Pekalongan, untuk memberikan motivasi kepada warga Pekalongan. Khususnya kalangan keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita. Karena saya pun berhasil meraih cita-cita meski berasal dari keluarga tidak mampu,” lanjutnya.

Tidak hanya menggelorakan dan memotivasi siswa untuk bermimpi, menurut Puji, ada tiga agenda yang diusung saat ini di SDN1 Kepatihan, “Pertama kami memotivasi siswa untuk bermimpi, yang kedua, kami memperkenalkan bahaya penggunaan sampah plastik. Pengenalan tentang sampah plastik dan dampaknya bagi lingkungan, dan yang ketiga, kami mengajak bagaimana meminimalisir penggunaan sampah plastik,” tuturnya.

“Kami mengajak siswa maupun warga untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Akibat sampah plastik ini bisa membahayakan lingkungan, bahkan hewan pun bisa mati lantaran sampah plastik ini. Sayangilah lingkungan, rawat dengan baik untuk anak cucu kita nanti,” harap Puji.

Puji juga mengajak siswa untuk melakukan gaya hidup hemat dan sehat, “anak-anak bisa dilatih untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Tidak jajan sembarangan, apalagi makanan dengan warna yang mencolok, ini berbahaya bagi anak.  Tentunya orang tua bisa menyediakan makanan dan minuman yang sehat yang dibawa dari rumah, untuk anak-anak mereka,” paparnya.

Selepas kegiatan motivasi dan sosialisasi sampah bareng Komunitas Sapu Lidi Pekalongan, siswa diajak untuk menempelkan cita-cita di pohon cita-cita. “Mereka menuliskan cita-cita mereka dalam lembaran kertas kemudian ditempel di pohon cita-cita. Sekaligus pembuatan video testimoni (pernyataan) apa yang akan mereka (siswa) lakukan jika menjadi presiden,” pungkas Puji Lestari. (WD)

Tags : cita-citamata garudamimpi