close
Layanan PublikOlahraga

Menggagas Persekap melaju ke tingkat nasional dalam Drama itu Berjudul Sepakbola #2

diskusi persekap

Kajen, Wartadesa. – Permasalahan persepakbolaan di Kabupaten Pekalongan mendapat sorotan dari para
supporter Persekap (Persatuan Sepakbola Kabupaten Pekalongan) yang tergabung dalam Tifosi Pekalongan Extreme (Tip-ex), terkait vakumnya –tidak mengikuti Liga 3 yang digelar oleh PSSI. Permasalahan tersebut digelar dalam diskusi yang bertajuk “Drama itu Berjudul Sepakbola Jilid 2” sebagai lanjutan diskusi yang pernah digelar pada tahun 2015.

Dalam gelaran diskusi yang dihelat di Aura Cafe, Kajen tersebut terungkap suporter Persekap mendorong agar klub sepakbola kebanggaan di Pekalongan bisa melangkah menuju level nasional. Sayang! Diskusi yang menggagas solusi atas kebuntuan pengelolaan dan kebijakan Persekap kedepan, tidak dihadiri oleh para pengurus Askab PSSI, Koni Kabupaten Pekalongah, maupun orang nomor satu, Bupati Pekalongan, sehingga makin tidak jelas arah pengelolaan dan kebijakan para pengampu kebijakan sepakbola Kota Santri tersebut.

Narasumber yang diundang, yakni, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Ketua Askab PSSI Amat Antono, Ketua Koni Eko Ahmadi, anggota DPRD Candra Saputra. Undangan pecinta sepakbola Pekalongan ini hanya dihadiri oleh Chandra Saputra, Tri Budi Hartono mewakili pengurus Persekap, Slamet Nurudin praktisi sepakbola dan Imam Chasani perwakilan Tipex.

Tri Budi Hartono mengungkapkan bahwa permasalahan dalam pengelolaan Persekap bukan saja persoalan keuangan semata, tetapi lebih pada komitmen untuk memajukan persepakbolaan di kabupaten Pekalongan yang lebih penting. Ia menambahkan, terkait persoalan ketidakikut-sertaan Persekap dalam Liga 3, ada persoalan teknis yang memang tidak bisa disebutkan dalam diskusi ini.

sementara itu, Candra saputra mendorong agar persekap ikut kompetisi ajang Liga 3 yang digelar oleh PSSI agar
persepakbolaan di Kabupaten Pekalongan bisa maju. Kalau memang persoalan di keuangan untuk mengikuti kompetisi nasional tersebut, dirinya akan mendonasikan 50 juta rupiah untuk persiapan kompetisi, dengan catatan setelah mendaftar Liga 3 tesebut. Dirinya merasa miris melihat potensi pemain di kabupaten Pekalongan yang diambil oleh klub-klub tetangga kabupaten.

Candra mengakui memang dirinya seorang politisi akan tetapi dalam berbicara tentang kemajuan sepakbola di Kabupaten Pekalongan, dirinya siap memajukan karena merupakan Hobi dan juga ingin mengikuti kakaknya yang mengelola di PSIS Semarang. Menurutnya, dirinya dulu seorang pemain sepakbola Persekab Blora, sehingga dari pengalamannya akan memajukan persepakbolaan di Kabupaten Pekalongan agar potensi pemain sepakbola pekalongan bisa menjadi pemain nasional.

Terkait pembangunan tribun stadion sepakbola di Kedungwuni yang mangkrak, Candra mengatakan bahwa, memang sudah habis masa kontraknya, karena tidak bersifat multiyear. Selain itu, Rencana Anggaran Pembangunan Belanja Daerah waktu itu sudah ada sejak dirinya belum menjabat menjadi anggota DPRD.
Sehingga pada tahun 2020, tidak bisa melanjutkan pembangunan itu.

Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap sepakbola, meskipun bukan ada dalam bidang komisi B, Candra akan memperjuangkan kembali untuk kemajuan Persekap pada tahun 2021 mendatang, dengan berusaha mendorong anggaran untuk sepakbola dari anggaran daerah.

Candra menyebut apabila tidak terealisasi pada tahun 2021, dirinya berjanji akan mendonorkan dana aspirasinya yang digabung dengan istrinya selaku anggota DPRD untuk kemajuan Persekap Kabupaten Pekalongan, “lihat saja nanti perkembangan di tahun 2021, kalo tidak ada perkembangan dirinya akan mundur” janjinya dalam diskusi tersebut.

Hal ini mendapat sambutan baik pecinta Persekap Kabupaten pekalongan yang hadir dalam diskusi tersebut.

Slamet Nurudin praktisi sepakbola dikabupaten pekalongan mengkritisi agar penjadwalan divisi 1 atau 2 agar digelar reguler setiap tahun, “masa kalah sama Kota Pekalongan saja bisa menggelar rutin tiap tahun,” ujarnya. Ia berharap, dalam persiapan mengikuti Liga 3 tidak berbenturan dengan kompetisi divisi atau divisi 2 yang digelar di kabupaten Pekalongan, pungkasnya. (Sunarto, Eva Abdullah)

Terkait
Kami selaku masyarakat pecinta sepakbola Pekalongan kecewa

Kajen, Wartadesa. - Akar rumput pecinta sepakbola Kota Santri harus menelan pahitnya kekecewaan --berulang-- lantaran acara yang digagas dalam diskusi Read more

Koni Kota Santri janji wujudkan pengelolaan olahraga yang baik

Kajen, Wartadesa. - Gus Eko Ahmadi, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan terpilih, berjanji akan mewujudkan pengelolaan olahraga yang baik (Good Sport Read more

Suporter Persekap bakal gelar Diskusi bertajuk Drama itu berjudul sepakbola

Kajen, Wartadesa. - Berharap sepakbola Kota Santri lolos ke level nasional dianggap bak drama. Bagaimana tidak, tiadanya peta jalan (roadmap) Read more

Asip tuding Dinporapar tak serius tangani Olahraga Kabupaten Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menuding Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) tidak serius mengurusi olahraga lantaran Read more

Tags : drama sepakbola pekalonganPersekap