close
diskusi persekap

Kajen, Wartadesa. – Akar rumput pecinta sepakbola Kota Santri harus menelan pahitnya kekecewaan –berulang– lantaran acara yang digagas dalam diskusi publik “Drama Itu Berjudul Sepakbola #2” tidak dihadiri satupun pengampu kebijakan persepakbolaan Kabupaten Pekalongan, yang digelar Sabtu (25/01/20) kemarin.

“Kami selaku masyarakat pecinta sepakbola Pekalongan, kecewa dengan ketidakhadiran beberapa narasumber utama baik dari Koni dan pihak bupati di forum diskusi kemarin sore, forum diskusi ini kan jelas, bahwa kita selaku suporter mengajak melangkah bersama untuk mencari solusi soal dinamika perkembangan permasalahan sepakbola di Kabupaten Pekalongan,” tutur Ahmad Chasani, yang dihubungi Warta Desa, Ahad (26/01).

Meski gelaran acara yang menggagas persepakbolaan Pekalongan kedepan tidak “dianggap” oleh para pengampu kebijakan, akar rumput pecinta bola Pekalongan tidak patah semangat. Pria yang akrab disapa Katank Nusantara ini mengaku akan terus bergerak mewujudkan cita-cita Persekap melaju ke kancah nasional.

“Kami selaku suporter tidak akan berhenti disini, kami akan terus bergerak utuk sebuah harapan cita-cita yang kita yakini akan bisa menjadi nyata, sesuai dengan kemampuan dan wilayah kami yang berada di luar sistem. Kami akan mendorong baik itu stakeholder dan pelaku sepak bola kabupaten. Pemain, pelatih, pp, wasit, klub, ssb dan seluruh praktisi sepakbola untuk bersama sama bergerak membangun sepakbola Kabupaten Pekalongan menuju level nasional,” lanjut Chasani.

Menurut Chasani, langkah yang paling terdekat yang akan dilakukan para suporter sepakbola Kota Santri adalah mengawal kongres Askab PSSI Pekalongan dalam penentuan program tahun 2020 ini, serta mendorong pemda dalam menyelesakan prongram pembangunan Stadion Widya Manggala Krida (SWMK) Kedungwuni pada tahun 2021, baik melalui audiensi DPRD atau bupati langsung. “Atau dengan menggelar diskusi-diskusi lanjutan,” tuturnya.

Suporter Persekap berharap pihak terkait bisa membuka ruang diskusi yang lebih besar dengan melibatkan suporter, “suporter saja mau berbagi ruang diskusi masak beliyau beyaunya ????? 😅😅😅 ” Pungkasnya.

Sementara itu, Suryono, pengurus Koni Kabupaten Pekalongan yang kami hubungi dalam pesan media sosial mengatakan bahwa pihaknya akan datang dalam gelaran diskusi kemarin, hanya saja pihaknya ada tugas kantor mendadak. “Sebenarnya saya akan datang mas. tapi ternyata ada tugas kantor mendadak🙏,” ujarnya.

Suryono mempersilahkan para suporter Persekap untuk ngobrol-ngobrol di kantor Koni. “Monggo kapan kumpul ngobrol2 di kantor KONI,” pungkasnya. (Buono)

 

Berita terkait:

Menggagas Persekap melaju ke tingkat nasional dalam Drama itu Berjudul Sepakbola #2

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Balqis Syifa, ukir prestasi renang di kancah nasional

Tunjukkan medali. Balqis menunjukkan medali yang didapatkannya pada lomba renang Piala Walikota Open Yogyakarta, (22-23/10/2016) lalu. Read more

HUT PGRI, ajang silaturahmi

Kajen.wartadesa - Pagi ini alun-alun Kajen kabupaten Pekalongan tampak meriah. Guru se Kota Santri, tumpah ruah memenuhi alun-alun mengikuti jalan sehat Read more

Pecinta bola Pekalongan kecewa tak bisa nonton final AFF

Pekalongan, Wartadesa. - Pecinta bola Pekalongan harus gigit jari karena tak bisa menyaksikan tim kesayangannya bertanding melawan tim Thailand melalui Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : drama sepakbola pekalonganPersekapsuporter persekap kecewa