Tangkap peluang
Potensi Curug Sirawe yang dikelilingi oleh lembah dan perbukitan itu, serta hamparan tanaman sayuran jenis kentang, wortel, dan kol ini makin menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke objek itu.
Saat ini, objek wisata sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan khususnya para pencinta alam atau petualang. Hanya saja, sebagian besar para pengunjung objek wisata Curug Sirawe lebih memilih melalui jalan Kabupaten Banjarnegara karena dinilai lebih efektif dan mudah dijangkau.
Oleh karena, Pemerintah Kabupaten Batang yang secara “status quo” memiliki Curug Sirawe berusaha mengambil alih agar pengunjung bisa melalui Desa Pranten, Kecamatan Bawang.
Keseriusan Pemkab Batang untuk membesarkan objek wisata Curug Sirawe, akan diwujudkan dengan memperbaiki sarana infrastruktur mulai dari Kecamatan Bawang hingga menuju objek wisata itu.
Bahkan, Pemkab Batang juga sudah merencanakan membangun masjid berukuran besar dan megah di sekitar Curug Sirawe.
Bupati Batang, Wihaji mengatakan bahwa pemkab akan mengaggendakan `Detail Engineering Design` pembangunan infrastruktur termasuk sarana pendukungnya. Detail Engineering Design` akan dibuat 2018 dan selanjutnya pada 2019 akan dimulai pelaksanaan pembangunannya.
Pencanangan “Visit Batang 2022” “Heaven Of Asia” oleh Bupati Batang Wihaji beberapa waktu lalu, kini memang mulai semakin jelas konsepnya.
Setidaknya hal itu terlihat saat Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Batang Suyono serius menggarap Kecamatan Bawang sebagai salah satu daerah sentral kunjungan wisata di Kabupaten Batang.
Dipilihnya wilayah Kecamatan Bawang sebagai salah satu daerah percontohan wisata memang bukan tanpa alasan karena daerah yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara itu secara geografis dikenal sebagai daerah dataran tinggi yang memiliki panorama alam yang indah.
Bahkan Kecamatan Bawang juga memiliki enam titik wisata berupa lima curug dan satu wisata pemandian air hangat yang semuanya belum digarap secara maksimal. (WD, Akurat, Antara)










