Pemalang, Wartadesa. – SMA dan SMK Muhammadiyah di wilayah Pemalang memberlakukan lima hari sekolah, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan sikap pimpinan Muhammadiyah terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah. Demikian disampaikan Sekretaris Majelis Dikdasmen Muhmmadiyah Pemalang, Andori, Rabu (26/7).
Baca: Polemik fullday school, Pemkot Pekalongan tolak lima hari sekolah
Pernyataan sikap itu kemudian ditindaklanjuti oleh pimpinan wilayah Muhammadiyah setelah ada surat edaran dari Gubernur. Selanjutnya dilaksanakan kebijakan lima hari sekolah mulai Selasa lalu di SMAdan SMK Muhammadiyah di Pemalang.
Baca: Bupati Batang Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah
Empat SMA dan delapan SMK Muhammadiyah, yang berlokasi di kota Pemalang, Belik, Randudongkal, Watukumpul, Petarukan, Comal, dan Ulujami telah melaksanakan lima hari sekolah, ujar Andori.
Andori menambahkan bahwa saat kebijakan lima hari sekolah tersebut diterapkan di SMA dan SMK Muhammadiyah se Kabupaten Pemalang, tidak ada keberatan dari siswa maupun orang tua.
Selain itu, pihak sekolah juga berinisiatif mengadakan ruang khusus untuk makan siang, karena kebanyakan siswa membawa makan siang dari rumah. Lanjut Andori. (WD)









