close
nyadran
Ritual Nyiwer Desa Pengundan, Pemalang. Foto: M. Nasrullah/Warta Desa

Pemimpin dengan rakyatnya seringkali berjarak. Sebagian menganggap pejabat memiliki kelas yang lebih tinggi dari rakyatnya. Oleh karena itu, masyarakat merasa sungkan menyampaikan permasalahannya dengan pemimpinnya. Pada akhirnya, pemimpin tidak mengetahui permasalahan warganya.

Realitas demikian tidak terlihat dari keseharian warga di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Kedekatan antara Kepala Desa dan warganya begitu terasa. Sutrisno, Kepala Desa Pegundan, punya cara mendekatkan diri dengan masyarakatnya dengan “nyiwer” desa.

Nyiwer desa adalah prosesi keliling desa dengan cara jalan kaki dalam rangka melihat kondisi sekitar desa. Aktivitas itu dilakukan oleh Kepala Desa Pegundan untuk menyapa masyarakat sekaligus menyerap saran-saran dari masyarakat dalam hal pembangunan, keamanan, maupun permasalan lain di desa.

Prosesi ini sudah dilakukan oleh Kepala Desa Pegundan dalam lima tahun terakhir ini, semenjak kali pertama ia menjabat sebagai Kepala Desa. Tak jarang Kades Trisno, sapaan akrabnya, ditemani Pamong Desa atau Perangkat Desa dalam melakukan aktivitas Nyiwer Desa ini. Bahkan warga juga tak sungkan ikut berjalan mengiringi Pak Kades untuk Nyiwer desa.

Banyak hal yang mendasari Kades Trisno melakukan Nyiwer Desa. Salah satu tujuannya adalah untuk menyapa secara langsung warganya. Dari hal itu, ia bisa mendengarkan saran dari warganya secara langsung. Saran tersebut diantaranya mengenai pembangunan Desa Pegundan.

Tidak hanya itu, warga juga seringkali memberikan keluhan kepada Kades Trisno mengenai hal keamanan dan kenyamanan desa, khususnya di malam hari. Apalagi Desa Pegundan memiliki sungai yang sering dijadikan tempat kumpul anak remaja sampai larut malam. Hal tersebut langsung direspon baik oleh Kades Trsno dengan melakukan pendekatan persuasif kepada anak-anak remaja supaya jangan sampai ada hal yang menimbulkan ketidaknyamanan warga sekitar. Saran itu membuahkan hasil positif karena dilakukan dengan pendekatan yang persuasif.

Nyiwer desa biasanya dilakukan setiap Malam Jum’at Kliwon mulai jam 10 Malam sampai selesai sekitar pukul dua dini hari. Kegiatan tersebut dimulai dari Kantor Desa Pegundan langsung menuju jalan yg berbatasan dengan jalan desa-desa sekitarnya.

“Semoga kearifan lokal Nyiwer Desa Pegundan yang dilakukan oleh kadesnya bisa langgeng supaya masyarakat lebih mudah dalam menyampaikan saran-saran terbaik untuk desa”, Tukas Bambang Polos, Masyarakat Desa Pegundan.

Kegiatan ini bisa menjadi contoh positif desa-desa lain untuk mendekatkan pemimpin dan warganya. Dengan begitu, pemimpin jadi tahu permasalahan nyata dari masyarakatnya. (M. Nasrullah)

Terkait
Prihatin Jalan Rusak di Pemalang, Ampera Gelar Demo

Pemalang, Wartadesa. - Prihatin dengan kondisi ruas jalan di Kota Ikhlas yang rusak, massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Pemalang Read more

Waspada! Penyakit Mulut dan Kuku Masuk Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Munculnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Ikhlas membuat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Read more

[Video] Wujudkan Desa Digital, Dispermasdes Pemalang Gelar Pelatihan Sidekem

Pemalang, Wartadesa. - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Pemalang menggelar pelatihan Sistem Informasi Desa dan Kawasan Pemalang (Sidekem) Read more

Video Tutorial Pakai Sarung Bupati Pemalang Banjir Komentar Warganet, Tutorial Memperbaiki Jalan Rusak

Pemalang, Wartadesa. - Video tutorial cara mengenakan sarung khas Pemalang oleh Bupati Mukti Agung Wibowo di laman media sosial Headline Read more

Tags : nyiwer desapemalang