close
Hukum & Kriminal

Resmi jadi Tersangka. Guru Agama Cabuli Dua Siswi SD di Taput Terancam 15 Tahun Penjara

cabul

Tapanuli Utara, Wartadesa. – DIAWAL. Statusnya masih terlapor. Setelah dijemput untuk diperiksa mendalam, status pelaku SH alias S naik menjadi tersangka dan langsung di tahan untuk menjalani proses selanjutnya di Unit PPA Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara (Taput)

Hal ini dikatakan Kapolres Tapanuli Utara – Polda Sumatera Utara, AKBP Ronald FC Sipayung SH.SIK.MH melalui Kasie Humas AIPTU Walpon Baringbing SH kepada wartadesa via pesan WhatsApp, Jumat (25/03/2022) petang, terkait tindak lanjut laporan orang tua salah satu dari 2 siswi SD di duga korban pencabulan yang dilakukan seorang guru agama terhadap murid kelas VI, KAL (12) dan SRS (12), keduanya siswi di SD yang sama di Tapanuli Utara

SH alias S (47) guru agama berstatus ASN atau PNS di salah satu SD Negeri di Tapanuli Utara dilaporkan MH (43) ibu dari korban KAL, Jumat, 18 Maret 2022 lalu ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara karena diduga melakukan pencabulan terhadap putrinya

“Kasus ini terungkap, Jumat pagi, 18 Maret 2022 setelah korban KAL menceritakan tentang aksi cabul oknum guru agama tersebut kepada ibunya, MH”

KAL mengatakan kejadian pencabulan terjadi pada bulan Desember 2021, lalu saat sekolah sepi. KAL di suruh membawa teh manis ke ruang IV.

Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku memeluk dan meremas bagian payudara KAL dengan alasan biar semakin besar, setelahnya pelaku memberi uang Rp 2000.- untuk jajanan.

Di duga karena takut, korban tidak langsung melaporkan kejadian itu. Hingga 18 Maret korban baru mengungkapkan kepada ibunya.

Bagai disambar petir mendengar pengakuan putri kesayangannya, MH langsung mendatangi kepala sekolah tempat pelaku mengajar untuk menanyakan kebenaran cerita putrinya.

“Sore hari itu juga. Ditemani kepala sekolah, pelaku SH alias S mendatangi rumah korban untuk meminta maaf, namun pihak keluarga tidak menerima yang kemudian membuat laporan ke SPKT Polres Tapanuli Utara”.

“Berdasar laporan ibu korban, Unit PPA Sat Reskrim Polres Tapanuli Utara melakukan penyelidikan dan menggali keterangan dari saksi saksi, Ternyata bukan hanya KAL yang menjadi korban pelaku, temannya SRS juga ikut jadi korban pencabulan”. Ungkap Walpon

Lanjut Walpon. “Pelaku SH alias S dijemput dari rumahnya kamis, 24 Maret 2022, pukul 10.00 WIB, lalu dilakukan pemeriksaan hingga malam hari”.

“Awalnya diperiksa sebagai terlapor. Setelah selesai, Jumat dini hari, 25 Maret 2022, pukul 01.00 WIB, status pelaku SH akias S ditingkatkan sebagai tersangka dan langsung di tahan untuk penahanan pertama 20 hari kedepan”.

Peningkatan status SH sebagai tersangka oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim, berdasar bukti permulaan yang cukup dan di dukung dua alat bukti berupa keterangan saksi serta bukti petunjuk.

“Dari sini penyidik berkesimpulan, SH alias S resmi dijadikan tersangka dan sudah di tahan”. Ungkap Walpon

Atas perbuatannya, pelaku SH alias S dipersangkakan melanggar pasal 76E yo Pasal 82 ayat ( 1), (2), (3) dan (4) UU RI tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun dan Maksimal 15 Tahun Penjara. (wd-bay)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Tags : pencabulantapanuli utara