Pekalongan, Wartadesa. – Tingkat partisipasi pemilih pada Pilgub Jawa Tengah pada Rabu (27/06) lalu di tiga wilayah, yakni Kota dan Kabupaten Pekalongan, serta Kabupaten Batang masih rendah. Dari target 77,5 persen, semuanya tidak tercapai.
Partisipasi pemilih di Kabupaten Pekalongan hanya 62 persen. Sebanyak 272.180 pemilih tidak menggunakan hak pilihnya, alias golput. Beragam alasan warga tidak menggunakan hak pilihnya, diantaranya bekerja di luar kota dan memang memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.
Namun demikian, capaian angka partisipasi 62 persen tersebut naik dari partisipasi pada Pilgub sebelumnya, yang hanya mencapai 47 persen. “Pilgub 2018 ini angka partisipasi naik 15 persen dibanding Pilgub sebelumnya,” ujar komisioner KPU Kabupaten Pekalongan, Abi Rizal, Kamis (28/06).
Tiga wilayah terbanyak yang tidak menggunakan hak pilihnya adalah di Kecamatan Bojong dengan 6.877 orang, Siwalan 4.771 orang dan Sragi 4.006 pemilih.
Di Kota Santri, dari 715.665 jiwa, yang datang dan menggunakan hak suaranya ada 443.485 orang. Pemilih laki-laki yang hadir ke TPS 193.997 orang (54,57 persen), pemilih perempuan 243.445 pemilih (69,43 persen). Sedang data suara tidak sah sebanyak 16.224 suara atau tiga persen.
Perolehan suara sementara untuk Paslon 1 sebanyak 60,11 persen dan Paslon 2 sebanyak 39,89 persen.
Kota Pekalongan dan Batang
Partisipasi pemilih di Kota Pekalongan hanya sebesr 62,43 persen dari target sebesar 75 persen. Namun angka partisipasi ini meningkat dari pilgub sebelumnya, yang ada pada kisaran 47,73 persen.
Dari 217.494 pemilih yang menggunakan hak pilihnya hanya 135.773 orang. Menurut Basir, Ketua KPU Kota Pekalongan, hal tersebut karena beberapa faktor seperti cuaca rob, hingga hal teknis seperti ketertarikan terhadap calon dan faktor ekonomi lingkungan.
Sementara itu, angka partisipasi pemilih di Batang mencapai 63,72 persen. Turun dari angka parisipasi pemilih pilgub sebelumnya yang mencapai 70 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua KPU Batang, Adi Pranoto. “Dari laporan PPK hasil Quick Count partisipasi pemilih berjumlah 63,72 persen, memang angka tersebut turun dibandingkan sebelumnya yang mencaoai angka hampir 70 persen,” ujarnya Kamis.
Menurut Pranoto, faktor yang menjadi penyebab turunnya partisipasi pemilih adalah karena kesibukan warga yang tidak bisa ditinggalkan. “Saya kira faktornya banyak, misal kesibukan masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan karena bekerja di luar kota, berhalangan karena sakit, atau memang tidak mau datang di TPS.” Ujarnya.
Pranoto menambahkan bahwa faktor pasangan calon juga menjadi pemicu ketertarikan pemilih menggunakan hak pilihnya. “Faktor Paslon juga berpengaruh besar, dalam hal ini masyarakat di Kabupaten Batang sebagian besar tidak mengenal dan mengetahui program-program maupun visi misi dan paslon tersebut,” tuturnya. (Eva Abdullah)









