close
Ekonomi

Penentuan lokasi pedagang pasar darurat Kedungwuni diundi

pasar darurat kedungwuni
Pembangunan pasar darurat Kedungwuni di Kelurahan Kedungwuni Timur masih 90 persen.

Kedungwuni, Wartadesa. – Perpindahan pedagang Pasar Kedungwuni ke pasar darurat di Kelurahan Kedungwuni Timur (warga menyebut lokasi pasar darurat di Kwayangan) yang semula dijadwalkan pada 30 Juni mundur menjadi 5 Juli 2018.

Terkait dengan persiapan perpindahan para pedagang ke lokasi baru tersebut, hari ini, Jum’at (29/06) dilakukan pengundian lapak pasar darurat di aula Kelurahan Kedungwuni Timur.

Penentuan lokasi para pedagang dilakukan dengan mengambil nomor undian, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi para pedagang berebut lokasi ”strategis”.

Menurut Kapolsek Kedungwuni, AKP Kalung Muktiana, pihaknya menempatkan personelnya untuk mengantisipasi kericuhan yang terjadi saat pelaksanaan pengundian. “Karena sistem menggunakan undian pasti akan ada yang diuntungkan dan yang dirugikan maka dari itu kami tempatkan anggota Polsek guna mengantisipasi.” Ujarnya, Jum’at (29/06).

Diketahui bahwa relokasi 1638 pedagang di Pasar Kedungwuni ke pasar darurat karena renovasi Pasar Kedungwuni akan segera dilakukan.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa pasar darurat siap digunakan pedagang pada 5 Juli mendatang.  “Pasar siap ditempati 5 Juli mendatang, saat ini proses pembangunan pasar darurat sudah 90 persen, hampir selesai,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyiapkan lahan seluas lima hektar di Kelurahan Kedungwuni Timur dengan anggaran Rp. 1,7 miliar. “Total dana untuk pembangunan pasar darurat mencapai, Rp 1,7 miliar lebih. Dan kini di Pasar Kedungwuni para pedagang sedang melakukan proses pengundian lapak, supaya para pedagang bisa menempati awal Juli nanti,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang pakaian, Dewi Fatmawati, mengaku kecewa lantaran lapak dagangannya yang akan ditempati di pasar darurat sangat sempit.  “Setelah dilihat di lokasi ternyata tempat berdagang kami lebih sempit dari sebelumnya. Dulu tempat berdagang kami berukuran 3 x 3 meter,  kenapa menjadi 1,5 x 1,5 meter.” Tuturnya disela-sela pengambilan nomor undian. (Eva Abdullah)

Terkait
Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian