Simalungun, Wartadesa. – Karena sampah, kota Medan menyandang predikat kota terjorok di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beberapa waktu lalu, meski hal itu di bantah Kadis Kebersihan dan Pertamanan kota Medan M. Husni.
Terlepas dari kota Medan. faktanya memang persoalan sampah bagai tak pernah usai di pemukiman perkotaan. Penyebabnya? selain minimnya sarana dan prasarana kebersihan dari pemerintah setempat namun kesadaran masyarakat juga sangat minim dengan membuang sampah sembarangan meski tempat penampungan sudah tersedia.
Karena itu untuk mengatasi persoalan sampah, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopinca) Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun tak henti melakukan sosialisasi untuk membangun kesadaran warga agar membuang sampah pada tempatnya dengan cara bergotong royong membersihkan drainase disekitaran kelurahan Serbelawan.
Gotong royong dimulai pukul 08.00 – 11.30 Wib, bersamaan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sesuai agenda Kementerian Lingkungan Hidup yang jatuh pada hari ini Kamis (21/2). Kata Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar didampingi camat Dolok Batu Nanggar (Dobana) Susilo.
Pantauan wartadesa pihak Polsek Serbelawan menurunkan semua unit jajarannya di dukung ASN Kecamatan Dobana, anggota Ramil/05 SBL serta siswa SMA beberapa sekolah
Pada kesempatan itu pihak Forkopinca tak bosan meminta masyarakat agar selalu peduli pada kebersihan lingkungan. Jangan apatis, buanglah sampah pada tempatnya. Banyak kerugian akibat buang sampah sembarangan, menyebabkan banjir dan sumber penyakit. Kata Leston Siregar. (wd-bay) *










