close
BencanaLingkungan

Pekalongan Batang alami banjir terparah

banjir samborejo2
Banjir di Desa Samborejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Ahad (27/01)

Kajen, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang, Jawa Tengah sejak Sabtu (26/01) sore menyebabkan banjir merendam ribuan rumah di wilayah tersebut. Hingga Ahad (27/01) siang, nampaknya air belum akan surut, lantaran hujan secara sporadis masih mengguyur wilayah tersebut.

Di Kabupaten Pekalongan, air merendam wilayah Kecamatan Kedungwuni, Buaran, Tirto, Sragi, Siwalan, Wiradesa dan Wonokerto.

Menurut Muhammad Bahrizal, warga Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, banjir sejak Sabtu malam hingga Ahad (26-27/01) merupakan banjir terparah selama kurun waktu 40 tahun ini.

“Banjir yang terjadi tahun ini merupakan banjir terbesar sejak kurun 40 tahun lebih, banjir terakhir terjadi tahun 2014, namun saat itu banjir tidak separah banjir yang terjadi saat ini.” Ujarnya.

Warga Desa Samborejo yang menjadi korban banjir saat ini mengungsi di Masjid Jami’ Samborejo. “Posko banjir di masjid pak,” lanjutnya.

Data dihimpun dari laporan warga, banjir menggenangi wilayah-wilayah sebagai berikut,

Kec. Kedungwuni
Desa Ambokembang, Kelurahan Pekajangan, Desa Tangkil Kulon dan Tangkil Tengah, Kelurahan Kedungwuni Timur

Kec. Tirto
Desa Pacar, Desa Ngalian,Desa Curug, Desa Pandanarum, Desa Samborejo, Desa Tanjung, Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo

Kecamatan Buaran
Desa Simbangkulon,  Desa Bligo sebelah timur

Kecamatan Wonokerto
Desa Sijambe, Desa Pesanggrahan, Desa Wonokerto Wetan dan Desa Wonokerto Kulon, Desa Api-Api, Bebel, Tratebang, dan Pecakaran

Di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, pagi ini, Ahad (27/01) banjir merendam wilayah Sragi, Gebangkerep, Banjardowo, hingga Tumbal.

Warga Pecakaran, Luthfi menyebut bahwa banjir di Kabupaten Pekalongan kali ini merupakan banjir terparah. Menurutnya hal tersebut akibat air tidak mampu mengalir ke muara lantaran pembangunan tanggul melintang. “Lantaran air hujan tak dapat mengalir ke laut. Sebab terhalang tanggul melintang yang saat ini masih dan proses pembangunan.” Ujarnya.

Warga berharap masalah tersebut segera bisa diatasi dan aktivitas warga bisa normal kembali dan kegiatan warga bisa lancar. di Kecamatan Wonokerto kondisi banjir sudah terjadi sejak dua tiga hari lalu.

Banjir Rendam Kota Pekalongan

Hujan lebat yang melanda Pekalongan sejak sabtu sore pukul 19.00 wib, mengakibatkan hampir sebagian kota Pekalongan di landa banjir, salah satunya yang terparah adalah wilayah kecamatan pekalongan utara dan Pekalongan Timur, Ahad (27/01)

Hampir seluruh wilayah pekalongan utara terdampak banjir, dengan ketingiam air bervariasi, dan yang paling parah adalah di dukuh bugisan kelurahan Panjang Wetan dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1,5 meter.

Dari pantauan di lapangan, banjir merendam wilayah Tirto, Pabean, Krapyak, Jenggot, Buaran, Banyurip, Poncol, Pasirsari, Kramatsari, Kauman, Bugisan, Keputran, Kauman, Sampangan, Landungsari, Bendan, Kergon, Medono, Bandengan dan Pringrejo tak luput dari banjir.

Sebagian warga-pun terpaksa mengungsi di Balai Kelurahan maupun tempat ibadah seperti Masjid dan Musholla. Data dihimpun, pengungsi yang berada di Kantor PMI Kota Pekalongan hingga siang ini berjumlah 100 orang dan yang berada di pos pengungsi Gor Jetayu berjumlah 76 orang. Jumlah pengugsi masih akan bertambah mengingat masih banyaknya warga yang masih bertahan di rumah-rumah mereka.

Ribuan warga terendam di Batang

Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Batang berakibat ribuan rumah di 9 Keluarah dan Desa terendam banjir. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan, ketinggian air rata – rata mencapai 1 meter, sampai dengan 1,5 meter.

“Dari 9 kelurahan dan Desa yang terendan banjir, yakni Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kauman Karanganyar, Watusatit, Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Klidang Lor Klidan Wetan,” kata Ulul.

Dijelaskan juga bahwa untuk pengungsi, semantara yang terdata di tempat Posko ada sedikitnya 1.000 orang meninggalakan rumah untuk mengungsi.

Pemkab Batang sudah mendirikan empat Posko pengungsian di Pendopo Kabupaten, Kecamatan Batang, Posko Kelurahan Karangasem Utara dan Po Masjid Baiturahman Kelurahan Watusalit.

Bupati Batang Wihaji, mangatakan dalam keadaan darurat kita sudah perintahkan BPBD dan semua OPD harus bergerak karena banjir ini terbesar selama ini.

“Saya sudah langsung turun ke rumah korban banjir, tindakan darurat kita ungsikan masyarakat korban banjir di Posko pengungsian yang di lengkapi tim kesehatan dan dapur umum dan bagi masyarakat korban banjir yang sakit akan kita bawa ke rumah sakit, relawan BPBD, PMI sudah kita sebar titik – titik banjir,” katanya. (WD)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : pekalongan banjir