Pekalongan, Wartadesa. – Tiga hari sudah banjir merendam hampir seluruh wilayah Pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan, akibat air laut pasang dan hujan deras yang mengguyur berjam-jam dalam tiga hari terakhir. Ketinggian air hingga Selasa (15/01) mencapai 10 centimeter hingga satu meter.
Wilayah Tirto, Bandengan, Pasirkratonkramat, Pabean, Padukuhan Kraton, Panjang Baru, Kandang Panjang, Panjang Wetan dan Krapyak hingga hari ini masih terendam.
Sedang wilayah Kabupaten Pekalongan bajir sempat merendam wilayah Kampir, Wangandowo, Bojong, Capgawen Selatan, Ambokembang, Kedungwuni, Pakumbulan, Buaran, Sragi, Siwalan, Spacar, Mulyorejo, Jeruksari, Tegaldowo, Tirto dan wilayah Wonokerto.
Saat ini BPBD Kab. Pekalongan, PMI, Tagana, MDMC beserta masyarakat melakukan pembersihan rumah warga terdampak.
Di Pekalongan Kota, ratusan warga masih mengungsi di Masjid al-Karomah dan Mushola al-Ikhsan Tirto, PMI dan BPBD Kota Pekalongan membangun dapur umum untuk para pengungsi.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kota Pekalongan, Arief Karyadi di Pekalongan, Selasa (16/1), mengatakan bahwa Wali Kota bersama Dandim dan Kapolres Pekalongan telah mengunjungi sejumlah tempat pengungsian korban banjir. “Rombongan wali kota dengan menggunakan perahu fiber milik badan penaggulangan bencana daerah (BPBD) berkunjung ke sejumlah tempat pengungsian sekaligus memberikan nasi bungkus pada para pengungsi,” ucapnya.
Saat ini, korban banjir belum bisa pulang ke rumah masing-masing karena genangan banjir belum surut. Mereka masih bertahan di tempat pengungsian. (Eva Abdullah)










