close
Layanan PublikSosial Budaya

Pemkot Pekalongan hentikan sementara penerbitan Surket Miskin

sktm

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Surat Keterangan Miskin (SKTM) dianggap tidak tepat sasaran karena dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Hal demikian membuat Pemerintah Kota Pekalongan menghentikan sementara pengeluaran SKTM di masing-masing kelurahan.

Saelany Machfud, Walikota Pekalongan mengungkapkan hal tersebut dalam kegiatan pemberian bantuan sosial kepada penyandang disabilitas dan lansia di gedung serba guna Medono, Selasa (13/03).

“Mestinya orang miskin di Kota Pekalongan hanya berjumlah 22 ribu dari total penduduk 306 ribu jiwa, karena data dari angka kemiskinan hanya 7,2 persen. Namun Pemkot Pekalongan hingga kini sudah mengeluarkan SKTM yang ditujukan untuk kesehatan warga sebanyak 17 ribu atau mencapai 44 persen,” ujar Saelany.

Menurut Saelany, data dari Dinas Sosial, 25 orang yang mengajukan SKTM setiap harinya. Hingga akhirnya pihaknya akan melakukan evaluasi terkait pengeluaran SKTM tersebut. Setelah evaluasi akan diaktifkan kembali.

Saelany mengungkapkan bahwa pihaknya ingin memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi warga, namun anggarannya terbatas.

“Pemerintah sebetulnya ingin memberikan pelayanan pengobatan gratis bagi warga. Namun dana yang dimiliki Pemkot terbatas, dan tidak semua dana diperuntukkan untuk kesehatan tapi ada juga untuk pembangunan dan lainnya,” lanjutnya

Saelany mengharapkan kepala desa dan kepala kelurahan untuk menyeleksi warganya yang mengajukan SKTM, “Para kepala desa diharapkan bisa menyeleksi betul warganya saat mengajukan SKTM. Jangan sampai salah sasaran dan dimanfaatkan bagi mereka yang mampu, dan warga yang benar-benar kurang mampu malah tidak memdapat SKTM,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Tags : sktmwarga miskin

Leave a Response