close
ilustrasi ppdb online
Ilustrasi PPDB online. Foto: sibekasi

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang menduduki angka tertinggi di Jawa Tengah dalam penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendaftar di SMA/SMK negeri.

Berdasarkan data Indo Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Tengah, calon siswa SMK Negeri di Pemalang yang menggunakan SKTM sebanyak 89 persen. Sedang tingkat SMA sebanyak 48,95 persen.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan SMK Negeri 1 Pemalang, Untung Supriyadi mengakui bahwa dari 684 siswa baru yang diterima di sekolahnya, hampir 100 persen menggunakan SKTM. ‘’Hampir seratus persen dari kuota penerimaan siswa baru di sekolah kami menggunakan SKTM. Sedangkan jumlah pendaftar seluruhnya 961,’’ ujarnya, Senin (09/07)

Banyakya pendaftar yang menggunakan SKTM ini membuat siswa yang mengantongi NEM 36 tersingkir dengan NEM yang jauh dibawahnya, karena calon siswa dengan nem tertinggi tersebut tidak menggunakan SKTM. Bahkan, saking banyaknya yang menggunakan SKTM, ada calon siswa berSKTM yang tidak diterima.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pemalang, Muntoha mengatakan, fenomena penerimaan siswa baru seperti itu perlu dicek silang oleh pihak-pihak yang berwenang. Siapa yang punya kewenangan agar membuktikan apakah SKTM yang dikeluarkan benar-benar sesuai fakta atau sekadar akal-akalan saja.

Pihaknya cukup prihatin dengan pengguna SKTM di Pemalang tertinggi di Jateng. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi pendidikan di sekolah-sekolah negeri nantinya. Pihaknya minta agar Kemendikbud mengevaluasi aturan penerimaan siswa baru.

Agar tahun depan ada batasannya dalam penerimaan siswa baru yang menggunakan SKTM. Kalau bisa jangan dilepas begitu saja, tidak ada batasan maksimal atau minimalnya.

7 pendaftar di SMAN 1 Batang mencabut pendaftaran

Di Batang, setelah pihak SMAN 1 Batang melakukan home visit (kunjungan rumah) untuk melakukan verifikasi langsung pendaftar ber SKTM, tujuh calon siswa akhirnya mencabut berkas pendaftaran, karena tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Kebetulan ada tujuh dari sebanyak 48 calon siswa pendaftar jalur SKTM yang mencabut berkas. Meski dicabut kami berikan pilihan untuk mendaftar melui jalur reguler. Kebetulan masih memenuhi waktu pendaftaran di hari terakhir,” terang Kepala SMAN 1 Batang, Siti Ismuzaroh, Senin (9/7).

Ismuzaroh menambahkan bahwa verifikasi ke rumah calon pendaftar ber-SKTM merupakan inisiatif pihak sekolah untuk mengantisipasi masalah yang terjadi. Dia menambahkan bahwa sekolahnya saat ini menerima 324 siswa untuk tahun pelajaran 2018/2019.  (Eva Abdullah) 

Tags : kisruh sktmppdbppdb onlinesktm