Pekalongan Kota, Wartadesa. – Penyebab kelangkaan dan naiknya harga garam di Kota Pekalongan belum diketahui. Demikian disampaikan Betty Dahfiani, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Pekalongan, saat menggelar konsolidasi internal dan pemetaan penyebab kenaikan harga garam di pasaran.
Betty Dahfiani, Jumat (28/7), mengatakan bahwa pemkot belum bisa mengambil langkah kongkret menyikapi naiknya harga garam di pasaran.
“Pemkot baru konsolidasi internal terkait penaikan harga garam itu dan memetakan penyebabnya apakah dari pasokan turun atau dari distribusi,” tambah Betty.
Betty melanjutkan, kenaikan harga garam terjadi secara nasional sehingga semua daerah terkena imbasnya terhadap kelangkaan bahan baku terasa asin itu. Akan tetapi, penyebab naiknya harga garam tersebut memang belum diketahui secara pasti.
Menurut Betty, pemerintah dipastikan sudah memikirkan berbagai langkah menyikapi perkembangan harga garanm dan stoknya.
Harga garam halus beryodium semula Rp4 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp10 ribu. kilogram, garam beryodium jenis bata semula Rp3 ribu/ kilogram naik menjadi Rp8 ribu/ kg, dan garam krosok semula Rp2 ribu/ kilogram naik Rp4.500 per kilogram.
Pedagang sembako, Wahyuningsih (35) mengatakan penaikan harga garam beryodium terus merangkak sejak sepekan terakhir ini karena pasokan bahan baku terasa asin itu langka di pasaran. “Harga garam memang terus naik seiring dengan pasokan yang terus turun,” katanya. (WD, Antara)










