Pekalongan Kota, Wartadesa. – Perajin ikan asin di Kota Pekalongan memilih berhenti produksi akibat kelangkaan garam. Hingga saat ini hanya 10 perajin ikan asin yang masih bertahan produksi, sebelumnya 50 perajin lebih.
“Semula di sini (Kota Pekalongan) ada sekitar 50 perajin ikan asin. Saat ini tidak lebih dari 10 perajin. Itupun sebagian besar memilih untuk berhenti produksi dulu,” ujar Nasokhah (50), Ketua Himpunan Pedagang Ikan Pekalongan, seperti dilansir dari detik, Selasa (25/7).
Nasokhah menambahkan, harga garam krosok saat ini mencapai Rp. 200 ribu per karung (50 Kg), Semula harga garam krosok perkilo seribu hingga seribu limaratus, sekarang mencapai Rp. 4.300 perkilo. “Saat ini hampir sepekan sekali harga naik Rp 200/kg. Itupun harga garam dari garam stok lama,” jelasnya.
Nasokhah mengaku membutuhkan garam tiga ton untuk tujuh-delapan ton ikan. Dia mengaku, tidak tahu apakah pekan depan masih dapat berproduksi atau tidak. “Tidak tahu, minggu depan masih produksi ikan asin atau tidak. Baik ikan segar maupun garam sulit ditemukan. Andai kata ada ikan dan garam, bukan ikan segar tapi stoknya lama,” tuturnya.
Nasokhah berharap agar pemerintah memperhatikan nasib pengrajin ikan asin seperti dirinya, “Agar Pemerintah mau turun tangan. Seperti halnya beras dan kebutuhan pangan lainnya, garam dimasukan ke Bulog sehingga harga bisa stabil,” harapnya. (WD, detik)










