Batang, Wartadesa. – Garam langka di seluruh belahan nusantara. Pun halnya di Kabupaten Batang. Saat ini harga garam di Batang sudah mencapai Rp 5.500/kg. Harga itu sudah naik hampir 350 persen sejak 2017.
Kelangkaan ini dikeluhkan oleh Agus Jamaludin Hakim, pengelola pabrik es Sigandu. Agus merasa aneh, karena Indonesia merupakan negara dengan pantai terpanjang dan penghasil garam. Namun garam sangat langka. Kalaupun ada, harganya melambung.
Agus mengeluhkan harga garam yang terus meroket. Pada Januari lalu harga normal di pasaran pada kisaran Rp 1.200/kg. Namun pada Juni naik 120 persen menjadi Rp 2.800.
”Kenaikan harga pada Juni itu juga bersamaan dengan bulan Puasa, namun menurut kami kenaikan itu tetap tidak wajar karena belum pernah harga garam naik sampai di atas 100 persen. Puncaknya Juli, pada awal bulan Rp 3.000 dan pada pertengahan bulan naik lagi menjadi Rp 4.200, dan pada akhir bulan kini melambung menjadi Rp 5.500. Itu pun barang langka dicari. Kalaupun ada, mahal, tapi apa boleh buat, kami harus beli,” ujar Agus.
Agus mengungkapkan untuk memasok nelayan di TPI Batang, sekitar 400 balok, pihaknya membutuhkan 30 ton garam. Dia berharap agar pemerintah segera membuka impor garam agar sektor usaha nelayan masih tetap berjalan. (WD, SM)










