close
Sosial Budaya

Polres Pemalang gelar razia bus, antisipasi Aksi Bela Rohingnya di Magelang

razia bus

Pemalang, Wartadesa. – Polres Pemalang menggelar razia bus untuk mengantisipasi kegiatan Aksi Bela Rohingnya di Candi Borobudur Magelang. Razia dipimpin langsung oleh Waka Polsek Pemalang AKP Eko Hartono,  dan mengerahkan 41 anggota yang terdiri dari Dalmas Polres Pemalang, Reskrim, Intel, Satlantas dan gabungan Polsek rayon II.

Razia penyekatan dilaksanakan di Jalan Raya depan Stadion Mochtar Sirandu, dengan sasaran seluruh kendaraan roda empat baik pribadi, truk, bus, untuk dilakukan pemeriksaan kepada seluruh penumpang dan barang bawaannya.”ujar Eko, Rabu (6/9).

Tujuan razia penyekatan, utuk meminimalisir seluruh penumpang yang diduga akan mengikuti aksi Bela Rohingya di Candi Borobudur Kab.Magelang.” tambah Eko.

Dari giat razia tersebut, petugas tidak menemukan indikasi adanya penumpang yang akan mengikuti aksi Bela Rohingya di Candi Borobudur, petugas berhasil melakukan penindakan kepada 16 pelanggaran lalu lintas dengan barang bukti 13 STNK dan 3 Sepeda motor.

“Waka Polsek Pemalang menyampaikan, agar bela Rohingnya tidak dilaksanakan di tempat ibadah, ataupun tempat wisata sesuai Undang-undang Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.” lanjut Eko.

Sementara itu Polres Kota/Kabupaten Pekalongan dan Batang melarang warga untuk melakukan  Aksi Bela Rohinggya di Candi Borobudur Magelang, Jum’at (8/9) besok.

Kepolisian Resor Pekalongan Kota menghimbau kepada warga Kota Pekalongan agar tak ikut serta terkait aksi bela Rohingnya yang rencananya akan digelar di Candi Borobudur hari Jumat. Hal itu terkait lokasi yang merupakan tempat ibadah dan wisata.

Apalagi, elemen tokoh masyarakat Kota Pekalongan dari Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Kota Pekalongan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan serta Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi telah menyatakan sikapnya dan menghimbau untuk tidak ikut serta terkait aksi bela Rohingnya.

Ketua Walubi Kota Pekalongan Heru Wibawanto mengatakan bahwa kami sebagai umat Budha mengutuk keras terkait peristiwa kekerasan etnis Rohingya di Myanmar, kami mengharap agar Pemerintah Myanmar segera mengambil sikap untuk menuntaskan kekerasan pada etnis Rohingya di Myanmar.

“Kami mengharapkan agar Pemerintah Myanmar dapat menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya karena Budha mengajarkan kasih sayang dan kedamaian,” ujar Heru.

Kapolres Batang menghimbau agar warga Batang, cukup melakukan do’a bersama dalam mendukung kekerasan yang terjadi di Rohingnya, “Kami imbau pada warga Batang cukup melakukan bantuan doa bersama dan material melalui lembaga yang dapat dipertanggung jawabkan, tidak perlu mendatangi Candi Borobudur,” kata Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : aksi bela rohingnyaraziarohingnya