close
KesehatanLayanan Publik

Pulang dari ziarah, jamaah musala Desa Kebonrowopucang disemprot disinfektan

ziarah

Karangdadap, Wartadesa. – Puluhan jamaah Mushola  Sabilul Huda, Rowobulus Tengah, Dukuh Rowobulus, Desa Kebonrowopucang, Kecamatan Karangdadap, Pekalongan diperiksa dengan pendeteksi panas (scan detector) dan disemprot dengan desinfektan, untuk mencegah virus Korona (Covid-19) usai pulang dari ziarah. Ahad (22/03) pagi.

Keterangan dari seorang warga, beberapa petugas kesehatan setempat bersama perwakilan pemerintah desa menyetob bus sepulang ziarah di perempatan sebelum masuk Desa Kebonrowopucang. “Rombongan ziarah dicegat di perempatan, kemudian mereka seluruhnya diperiksa dengan scan thermal dan disemprot dengan disinfektan,” ujar warga.

Selain itu, lanjut warga, para peserta ziarah dihimbau untuk melakukan isolasi diri selama 14 hari sejak kepulangan mereka. “Para petugas kesehatan juga memberikan sosialisasi terkait virus Korona (Covid-19) dan meminta mereka untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari,” lanjutnya.

Warga melanjutkan, petugas kesehatan juga meminta para peserta ziarah apabila sepulang dari ziarah mengalami batuk, demam atau sakit, untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Slamet Nurudin, Kepala Desa Kebonrowopucang yang dihubungi Warta Desa mengatakan bahwa sebelum keberangkatan jamaah Sabilul Huda ziarah, pihaknya sudah menghimbau jamaah untuk menunda ziarah. “Sebelum rombongan ziarah berangkat, kami sudah menyarankan untuk menunda ziarah, namun panitia ziarah tetap melanjutkan kegiatan tersebut,” ujarnya, Ahad (22/03).

Nurudin melanjutkan, setelah itu kami berkoordinasi dengan Polsek Karangdadap, Koramil dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan saat rombongan ziarah pulang. “Pas peserta ziarah pulang, kami beserta petugas kepolisian, koramil dan tenaga kesehatan langsung melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum bis masuk kampung,” lanjutnya.

Nurudin berpesan kepada seluruh rombongan ziarah untuk menjaga kesehatan mereka. “Kami juga meminta agar peserta ziarah bisa memahami bareng-bareng langkah yang dilakukan oleh pemeritah desa. Untuk jangka waktu 14 hari kedepan bisa hati-hati dan jangan keluar dahulu kecuali sangat penting dan pake masker.” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian