Tirto, Wartadesa. – Ribuan rumah di wilayah Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masih terendam banjir rob sejak Jum’at kemarin hingga hari ini, Selasa (12/12). Sebelumnya beberapa kali wilayah di tiga desa yakni Jeruksari, Mulyorejo, dan Tegaldowo Kecamatan Tirto ini terendam rob akibat siklon Cempaka.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, ketinggian air di tiga wilayah tersebut berkisar antara 30 hingga 60 cm. “Banjir berasal dari air hujan dan rob sejak kejadian pada 1 Desember lalu, hingga saat ini sudah beberapa kali terjadi air pasang,” ujarnya.
Ribuan rumah yang terendam tersebut, masih menurut Bambang, meliputi Desa Jeruksari sebanyak 1.270, Desa Mulyorejo sebanyak 5.820 dan Desa Tegaldowo sebanyak 725 rumah.
“Tidak hanya rumah warga, banjir juga menggenangi Balai Desa, jalan umum, sekolah, masjid, musala dan tambak milik warga. Empat tanggul juga rusak dan limpas,” tambah Bambang.
Sementara itu, Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa antisipasi banjir rob, baik dengan tanggul melintang raksasa maupun perbaikan infrastruktur. Bahkan pada Ahad (10/12) bupati mendapat bantuan dari BPBD Pusat untuk penangan rob sebesar Rp. 250 juta.
”Untuk menangani rob tersebut, kami berencana untuk membangun tanggul cukup besar dan panjang di garis pantai Kabupaten Pekalongan,” tutur Asip.
Dalam pekan ini, akan dilakukan MoU untuk penanganan banjir rob yang sudah bertahun-tahun terjadi, menggunakan anggaran pusat, APBN senilai Rp 500 miliar lebih, dalam waktu tiga tahun, dan pembuatan tanggul raksasa sepanjang 6 kilometer, dari sungai Sragi lama, sampai Bandengan.
“Saya berterima kasih kepada lurah (kepala desa) dan warga yang sudah sabar menghadapi masalah ini, mudah-mudahan nanti warga juga memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan penanganan rob. Kemudian menjadikan Kabupaten Pekalongan bebas dari rob,” jelas Asip.
Asip menambahkan, pihaknya menetapkan status tanggap darurat bencana banjir rob di wilayah Pantura Kota Santri terhitung sejak 1 Desember 2017 hingga 31 Januari 2018. (Eva Abdullah)










