Bojong, Wartadesa. – Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) – Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan mengkhawatirkan. Salah satu warga pengguna jalan asal Desa Menjangan Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Hadi Isnanto mengatakan, Kerusakan jalan tersebut sudah sangat lama.
“Kerusakan jalan tersebut sudah lama, mungkin setahun atau lebih, saya melihat kerusakan makin hari makin parah, saya menyesalkan hingga kini tidak ada perbaikan di jalan yang rusak tersebut.” Tutur Hadi Isnanto, Rabu (03/01).
Menurut Hadi, lubang jalan cukup dalam dan ketika musim hujan lubang tersebut tertutup air hingga membahayakan pengguna, utamanya saat malam hari. “Lobangya cukup dalam, ditambah ini musim hujan, genangan air kadang menutupi lubang, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan, terlebih kalau malam hari.” Lanjut Hadi Isnanto.
Hadi berharap agar Pemkab Pekaongan segera tanggap dan memperbaiki kerusakan jaan tersebut. Saya berharap, lanjut Hadi, pemerintah segera tanggap dan memperbaiki kerusakan jalan tersebut karena sangat vital dan ramai di gunakan banyak orang.
“Mana jargon ‘Dalane Alus Rejekine Mulus’ tapi malah jalanya kaya kolam lele.” Cetus Hadi.
Terpisah, penggiat LSM Forlindo, Sakdullah berkomentar, “Jalan kabupaten yang masuk MoU antara PBTR dan Pemkab adalah tanggung jawab pelaksana proyek.” Ujarnya.
Sakdullah menambahkan bahwa jangan sampai karena alasan proyek nasional, warga dikorbankan, “Jangan karena dalih proyek nasional mengorbankan masyarakat yang berpotensi dampak kecelakaan semakin tinggi. Masyarakat bisa menuntut ke Pemkab tentang transparansi MoU tersebut,” lanjutnya.
Menurut Sakdullah, dewan (DPRD) seharusnya bisa menjadi penyambung kepentingan warga dengan pihak Pemkab Pekalongan, “Kewajiban wakil rakyat mesti bisa menjadi penyambung kepentingan masyarakat karena kerugian material dan immaterial masyarakat sudah berbulan-bulan.” Tuturnya.
Pihak Forlindo menuntut janji wakil rakyat dan pemerintah terkait dengan kebijakan yang berpihak pada warga. “Kita tuntut janji-janji wakil rakyat dan pemerintah yang berbusa-busa mengenai keberpihakan rakyat,” pungkas Sakdullah. (Eva abdullah)










