close
Sosial Budaya

Sebatangkara, Mbah Taryadi makan dari uluran tangan tetangga

terlunta-lunta
Mbah Taryadi hanya bisa berbaring di bangku bambu depan tempat tinggalnya

Pemalang, Wartadesa. – Tubuh renta Mbah Taryadi (88), warga Desa Banjardawa Rt. 04/01 Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang tak mampu menopang dirinya. Ia hanya rebahan di sebuah kursi bambu yang berada di depan bekas toko “Kios Indri Putri”. Tubuhnya terbaring lemas karena sakit sejak tiga bulan terakhir.

Mbah Taryadi  yang tinggal di belakang Pasar Banjardawa tersebut sudah 20 tahun hidup sebatangkara, istrinya meninggal sejak 20 tahun lalu, sementara pasangan tersebut tak membuahkan buah hati semasa pernikahannya. Praktis pria tua tersebut hidup dalam kesendirian.

Informasi dihimpun, untuk makan sehari-hari, Mbah Taryadi saat ini hanya menunggu belas kasih dan uluran tangan tetangga sekitar. Bila tidak ada tetangga yang mengantar makanan maupun minuman, praktis, ia harus berpuasa.

Salah seorang tetangga Mbah Taryadi, Humrowi (65) dan Casyati (55) yang masih kerabat dekat mengaku pihaknya telah menawarkan tempat tinggal kepada Mbah Taryadi, namun ditolak.

“Pihak keluarga kami sudah menawarkan untuk tinggal bersama akan tetapi ya … memang om (pak lik) Taryadi ini orangnya emosional dan susah diatur, terlebih temperamennya sangat tinggi, jadi susah diajak komunikasi baik-baik dan memilih tinggal di sebuah bangunan bekas toko milik Asih, adik dari Casyati.” Tutur Humrowi, Senin (13/05).

Sementara itu, Eko, Kaur Kesra Desa Banjardawa mengungkapkan hingga saat ini pihak desa belum ada tindakan. “Sementara dari pihak desa belum ada tindakan, dikarenakan pihak desa berfikir masih banyak kerabat mbah Taryadi dilingkungannya dan belum ada informasi ke pihak desa,” tuturnya.

Meski demikian Eko mengaku akan berkoordinasi dengan Kadus I untuk segera menindaklanjuti hal tersebut, “InsyaAllah kedepan coba kami akan berkoordinasi ke pihak kadus 1 untuk segera menindaklanjuti,” tambahnya. (Eki Diantara)

Tags : pemalangsebatangkara