Pemalang, Wartadesa. – Meski sebelumnya 25 SD dan 17 SMP di Pemalang direncanakan menggelar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, namun Pemkab Pemalang memutuskan untuk membatalkan uji coba tersebut di beberapa sekolah di Kelurahan Mulyoharjo dan Kelurahan Bojongbata.
Sekolah yang dibatalkan melakukan uji coba (piloting project) KBM tatap muka diantaranya, SMP Negeri 2 Pemalang, SMP Negeri 4 Pemalang, dan SMP Negeri 7 Pemalang di Kelurahan Mulyoharjo. Serta, SMP Negeri 3 Pemalang, di Kelurahan Bojongbata.
Ani KHasanah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang mengungkapkan alasan pembatalan tersebut.
“Jadi begini, yang tatap muka itu hanya sekolah piloting. Itu pun yang berada di zona hijau,” kata Ani. Menurutnya SMP 2 ,3, 4, 7 di Kelurahan Mulyoharjo dan Kelurahan Bojongbata belum bisa dilaksanakan karena belum (zona) hijau.
Sementara itu Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengungkapkan bahwa syarat untuk menggelar KBM tatap muka adalah guru sudah mengikuti vaksinasi.
“Pertama pengajar harus sudah mengikuti vaksinasi, dan jumlah murid yang mengikuti pembelajaran di kelas hanya boleh 50 persen,” kata Agung.
Selain itu, pihak sekolah menurutnya juga wajib menyiapkan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan tatap muka, seperti persediaan masker bagi peserta didik dan alat cuci tangan maupun hand sanitizer untuk mencegah penularan Covid-19.
Sebelum pelaksanaan KBM tatap muka, para pengajar di sekolah yang masuk uji coba sudah menjalani vaksinasi pada Rabu (17/03) di Puskesmas. (Bono)
Berita Terkait
17 SD dan 25 SMP di Pemalang mulai KBM Tatap Muka Kamis besok










