close
Sosial Budaya

Senyum bocah kembar lumpuh asal Karangjati saat terima kursi roda

kembar lumpuh kursi roda

Wiradesa, Wartadesa. – Kini Risa Arifianti dan Rifa Arifana (7) bocah kembar asal Desa Karangjati Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan yang menderita kelumpuhan sejak lahir dapat tersenyum saat disapa Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dan Bisri Romli, Anggota DPR Pusat. Rabu (8/3)

Kedua wakil rakyat tersebut menyambangi nenek Sarofah yang selama ini merawat sikembar. Buah hati pasangan Larasati dan Khaerudin untuk bersilaturahmi sembari menyerahkan bantuan kursi roda untuk  kedua buah hatinya yang mengalami disabilitas sejak lahir.

Sejak tiga tahun lalu, Risa dan Rifa ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya lantaran terjadi percekcokan keluarga dengan latar belakang ekonomi. “Risa, Rifa dan Farda ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya sejak tiga tahun lalu. Sejak itu mereka tinggal sama saya,” kata Sarofah.

“Putra saya yang bernama Khaerudin pamitnya pergi ke Pontianak, Kalimantan. Tapi sampai sekarang ini kabarnya tak jelas serta belum pernah mengirim uang untuk biaya kehidupan sehari-hari dari anaknya sendiri. Adapun ibunya yaitu istri dari putra saya kembali ke rumahnya di Kelurahan Yosorejo, Kota Pekalongan,” terang Sarofah sambil memancarkan rona kesedihan.

Sarofah mengaku terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun. Kursi roda ini diharapkan bisa memudahkan mereka (bocah kembar) untuk bermain dengan seusianya di teras rumah.

Meski lumpuh, tapi mereka masih bisa berkomunikasi serta mengenali satu per satu orang disekelilingnya. “Untuk kebutuhan sehari-hari, saya dibantu oleh anak saya lainnya,” kata Sarofah.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun berpesan agar kursi roda ini dipergunakan dengan baik dan semoga bermanfaat. Ini bisa digunakan untuk transportasi bocah kembar berangkat ke TPQ.

Sementara, Bisri Romli meminta agar pemerintah setempat memperhatikan pendidikan dan transportasi seluruh warga di Pekalongan yang menyandang disabilitas. “Di Kabupaten Pekalongan hal demikian belum tersentuh, utamanya soal transportasi khusus kaum difabel.” Pungkas Bisri Romli. (Eva Abdullah Ajis/WD)

 

Tags : bocah kembar lumpuhdisabilitas