close
Sosial Budaya

Penyandang disabilitas dianggat jadi pegawai honor Pemkab Batang

rosid

Batang, Wartadesa. –  Penyandang disabilitas tunanetra Abdul Rosid (32), warga Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, tak menyangka jika ia dipekerjakan di Pemkab Batang walaupun sebagai tenaga honorer.

“Alhamdulillah, ini rezeki dari Allah, saya menjadi perwakilan tunanetra yang dipekerjakan di Pemkab Batang walaupun sebagai tenaga honorer,” tutur Abdul Rosid, yang merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STIKS) Tamalanrea Makassar,  Selasa (26/1).

Pengangkatan penyandang disabilitas sebagai pegawai honorer tersebut terjadi saat  Bupati Wihaji bertatap muka dan tanya jawab dengan puluhan warga penyandang disabilitas tunanetra dari berbagai kecamatan yang bertempat di Dinas Sosial.

Menurut Rosid,  hasil survei  yang dilakukan,   selama ini belum ada fasilitas yang ramah difabel di Pemkab Batang. “Menurut survai saya belum ada fasilitas yang ramah difabel, pendampingan sosial pun untuk tunanetra belum ada,” tutur pria yang kesehariannya sebagai tukang pijat ini.

Rosid berharap kepada Pemkab Batang agar tidak ada diskrimnasi terhadap penyandang keterbatasan fisik.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan, semua warga Indonesia mempunyai hak yang sama, walupun memiliki keterbatasan fisik, maka Pemkab Batang juga harus melibatkannya. “PNS saja kita membuka ruang bagi disabilitas, maka non-PNS juga harus kita kasih ruang untuk disabilitas,” kata Wihaji.

Wihaji akan memasukkan Rosid sebagai pekerja tenga harian lepas (THL) di Pemkab Batang dengan honor Rp 1,9 juta perbulan dipotong iuran BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. “Mungkin ada honor lain di luar gaji pokok yang akan kita pikirkan,” kata Wihaji. (Bono)

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : berita batangdisabilitas