Pekalongan, Wartadesa. – Sudah sepekan banjir pekalongan belum juga surut. Sejak pekan kemarin, hari Ahad tanggal 7 februari 2021 banjir melanda hampir seluruh wilayah Kota Pekalongan dan sebagian Kabupaten Pekalongan akibat intensitas hujan tinggi dan luapan sungai. Beberapa hari terakhir sempat memperlihatkan penurunan debit air yang menggenangi warga namun qodarullah hujan kembali datang akhir pekan ini dan alhasil banjirpun sama rata dengan pekan kemarin.
Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan hadir dengan jargon OMOR (One Muhammadiyah One Respon) mengeluarkan seluruh kekuatan yang untuk meringankan beban warga terdampak bancana banjir yang meliputi wilayah Tirto, Wiradesa dan Wonokerto.
Dengan konsep lembaga kebencanaan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) dan juga Lazismu sebagai pondasi kekuatan keuangannya bersatu membuka Poskor (Pos koordinasi) Muhammadiyah Kab Pekalongan tepatnya di SMK Muhammadiyah Pencongan.
Poskor sejak pertama didirikan sudah membawahi 12 DU ( Dapur Umum) yang tersebar di PCM Pencongan dan Wonokerto. Namun per hari ini senin, 15 Februari 2021 Poskor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sudah mengelola 23 DU yang tersebar di wilayah Wiradesa dan Wonokerto.
“Setiap harinya Poskor mensuplai kebutuhan pokok yang dibutuhkan DU untuk dimasak dan dibagikan warga sekitar. Dan alhamdulillah sudah hampir 9000 jiwa yang menerima manfaat dari Poskor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan,” tutur mas Fauzan Amin selaku Ketua Poskor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Senin (15/02).
Dengan menyatukan kekuatan Muhammadiyah lewat lembaga Amal Usaha Muhammadiyahh (AUM) dan Ortomnya (organisasi otonom), Poskor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan tidak pernah kehabisan logistik untuk memasok ke DU tiap harinya.
Tiap hari bantuan berdatangan dari semua lapisan Muhammadiyah di wilayah Kota Santri bahkan PDM tetangga semisal Pemalang, Tegal bahkan Banjarnegara yang sempat mengirimkan sayur sayuran. Pun dari berbagai komunitas swasta dan negeri setiap harinya berdatangan memberikan bantuan lewat Poskor.
Dengan saling koordinasi dari pihak DU dan Poskor setiap harinya tiap-tiap DU mengutarakan kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti obat-obatan, pembalut wanita yang memang sangat dibutuhkan warga korban banjir. Jadi, tiap harinya kita share ke warga, kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. “jadi yang berniat membantu korban banjir lewat Poskor, bisa memberikan bantuanya sesuai kebutuhan ya…” Ujar mas Antok Winarto, Divisi Operasional Poskor Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. (Bono)










