Bojong, Wartadesa. – Meski mediasi antara PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) dengan warga Babalan Kidul Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan alot hingga memakan waktu lima jam, warga harus kecewa menerima hasil mediasi. Lantaran PT PBTR hanya bersedia mengusulkan pembuatan boks terowongan jalan untuk akses warga kepada Kementrian PU.
Mediasi yang digelar antara warga dengan PBTR di Balaidesa Babalan Kidul, Selasa (19/12) berlangsung alot. Warga meminta agar kontraktor tol menyediakan terowongan jalan untuk akses warga. Sementara kontraktor tol tidak bisa memenuhi permintaan warga dan hanya berjanji akan mengusulkan hal tersebut ke kementrian PU.
Kapolsek Bojong beserta anggota yang melakukan pengamanan dan menjadi mediator dalam pelaksanaan mediasi antara warga dan pihak PBTR terkait tuntutan warga mengungkapkan bahwa, “warga ingin dibuatkan box terowongan di Dukuh Kemandungan Desa Babalan Kidul, dimana tadinya sebelum ada proyek jalan Tol di lokasi tersebut ada jalan desa.” tutur AKP I Wayan Suandi.
“Pelaksanaan mediasi cukup alot baik saat cek lokasi maupun saat mediasi di Balai Desa Babalan Kidul.” Lanjut I Wayan Suandi.
Ratusan warga mengikuti dengan semangat dan antusias memperjuangkan aspirasi meraka, bahkan Muspika Bojong dan aparat pemerintahan Desa Babalan Kidul ikut berjibaku menjembatani aspirasi warga dan PBTR.
Setelah hampir 5 (lima) jam akhirnya pelaksaan mediasi selesai dan di peroleh beberapa kesepakatan antara warga dan pihak PBTR selaku pelaksana pembangunan jalan Tol di antaranya yaitu pihak PBTR akan mengusulkan ke Kementerian PU agar di bangunkan Box di dukuh Kemandungan Desa Babalan Kidul. (Eva Abdullah, Humas Polres Pekalongan)










