close
Sosial Budaya

Tak punya identitas diri, wong ngalas ini tidak pernah dapat bantuan

kasdan

Pemalang, Wartadesa. – Kasdan bin Wirakarya (75), biasa dikenal sebagai wong ngalas (orang hutan), sehari-hari menggantungkan hidupnya dengan hasil bercocok tanam di hutan Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang.

Kasdan tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah karena tidak punya identitas diri (KTP). “Ia sulit dibuatkan identitas, sebelumnya tinggal di hutan tanpa sanak saudara. Sehingga ia tidak mendapat bantuan dari pemerintah,”  ujar Tarmo, Ketua RT 01 RW 04 Desa Bulakan, Rabu (15/11)

Kasdan yang menderita penyakit kulit, berupa kulitnya kemerah-merahan tidak penah bisa berobat. Sedikitnya selama dua tahun terakhir, Kasdan mengaku tidak bisa berbuat apa-apa atas penyakit yang di alaminya. Karena kondisi ekonominya yang paspasan, bahkan untuk makan saja dari uluran tangan warga setempat. “Buat apa diobati nanti juga sembuh sendiri,” tutur Kasdan.

Sebelumnya, lelaki tua yang lahir di Desa Beluk, Kecamatan Belik tersebut setelah keluarganya meninggal, dia pindah ke  RT 01/04, Karang Ceger, Desa Bulakan, Kecamatan Belik,  ketika Kasdan bertemu dengan Sodah, warga Bulakan, untuk menjaga ladangnya.

Namun setelah ladang Sodah dijual, Kasdan tinggal di hutan. Lama tinggal di tengah hutan sampai akhirnya di juluki manusia hutan oleh warga setempat.

Menjelang pemilu legislatif kemarin (2014), Kasdan pindah dari hutan ke Desa Bulakan. Kasdan pindah dari hutan karena hutan tersebut longsor. Jarak antara hutan tempat tinggal Kasdan dengan permukiman warga Desa Bulakan sekitar dua kilometer.

Warga dan perangkat Desa Bulakan merasa kuatir dengan keadaan longsor, akhirnya sepakat untuk memindahkan Kasdan dari hutan ke desa. Namun Kasdan tidak mau dipindahkan ke desa karena tidak biasa hidup di desa selayaknya manusia pada umumnya.

Setelah didesak warga dan pemdes tetempat, Kasdan bersedia pindah. Atas swadaya dari masyarakat akhirnya di banunlah rumah kecil yang sangat sederhana untuk tempat tinggal Kasdan diatas tanah milik Kursi.

“Biarlah dia tinggal diatas tanah saya sampai dia meninggal, karena saya kasihan dia tidak mempunyai siapa-siapa di desa ini,” tuturnya. (WD, suara warga belik)

Tags : kasdanorang hutanwong alas