Tirto, Wartadesa. – Tiga hari setelah tanggul sungai Sengkarang di bagian muara jebol, belum juga diperbaiki, hal tersebut membuat limpasan air sengkarang langsung masuk ke lahan tambak dan persawahan warga.
Akibatnya, ratusan hektar lahan sawah menjadi danau. Luapan sungai terbesar di Pekalongan ini diperparah oleh banjir air laut pasang atau rob.
Selain itu tanggul penahan gelombang di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah sepanjang 100 meter ikut tengelam, hingga menyebabkan ratusan hektar tambak tak bisa digunakan lagi.
“Tanggul sungai Sengkarang jebol setelah hujan di hulu dan aliran sungai sangat deras. Warga sekitar langsung melakukan pemantauan agar bisa segera ditangani,“ jelas Mofid, anggota DPRD kota Pekalongan, Sabtu (06/01).
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Pekalongan, Joko Purnomo, hingga saat ini belum ada langkah penanganan, “Sampai saat ini kami belum ada langkah yang akan diambil, karena kewenangan di wilayah perbatasan merupakan kewenangan provinsi. Namun, pemkot terus berupaya untuk membangun beberapa proyek guna menanggulangi masalah dari wilayah kota Pekalongan sendiri,“ katanya.
Hingga saat ini ratusan rumah warga terendam banjir di Kelurahan Padukuhan Kraton, Bandengan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara. Hal yang sama juga terjadi di Kelurahan Pasir Kramat Kraton dan Tirto. Sedang di wilayah Kabupaten Pekalongan, wilayah yang banjir meliputi Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo, Kecamatan Tirto. (Sumber: Sindo)










