close
Hukum & Kriminal

Tipu korban hingga 60 juta, anggota TNI gadungan diserahkan di Mapolsek Kedungwuni

gadungan

Kedungwuni, Wartadesa. – Unit Reskrim Polsek Kedungwuni beberapa hari lalu telah mengamankan seorang Tersangka yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Kapten, Senin (6/4/2020).

Adapun Tersangka yang berhasil ditangkap dan diamankan berinisial AR Alias Kapten Rendi, 25 tahun warga Desa Cibelok Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Tersangka sendiri sebelum diserahkan kepihak kepolisian telah diamankan oleh anggota Koramil Taman Kabupaten Pemalang.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.,Si melalui Kasubbag Humas AKP Akrom membenarkan terkait telah diamankannya seorang Tersangka yang diduga melakukan tindak pidana penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Kapten yang selanjutnya meminta sejumlah uang dan menjanjikan menikahi Korbannya.

Diceritakan Kasubbag Humas, awal perkenalan Korban SM, 39 tahun dengan Tersangka yakni pada awal Januari 2020 silam melalui aplikasi pertemanan OLAA. Diaplikasi tersebut Tersangka memasang foto profilnya menggunakan seragam TNI dan mengaku anggota TNI berpangkat Kapten.

Setelah itu komunikasi antara Tersangka dan Korban berlanjut Via Whatsapp (WA), Kemudian Tersangka mengatakan kepada Korban bahwa dirinya dinas di Jakarta. Setelah itu Tersangka membujuk dan meminta ditransfer sejumlah uang kepada Korban sebesar kurang lebih RP. 60.000.000,- (enam puluh juta rupiah) secara bertahap dari awal bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Maret 2020 dengan alasan untuk pindah tugas dari Jakarta ke Kodim Pemalang.

Untuk menyakinkannya, Tersangka juga mengatakan akan menikahi Korban setelah pindah tugas di Pemalang. Dan pada bulan Februari Tersangka mengatakan kepada Korban, bahwa ia sudah pindah tugas di Kodim Pemalang.

Mengetahui hal tersebut Korban berinisiatif ingin bertemu dengan Tersangka, namun Tersangka selalu beralasan sedang dinas diluar. Karena merasa curiga setiap diajak ketemu selalu beralasan dan tidak bisa, kemudian pada hari Senin (6/4/2020) sekira pukul 11. 00 wib Korban datang ke Kodim Pemalang menanyakan perihal anggota yang TNI yang bernama Kapten Rendi. Dari keterangan anggota Kodim Pemalang disampaikan bahwa tidak ada anggota TNI yang dimaksud oleh Korban. Saat itu juga Korban baru menyadari bahwa ia telah menjadi korban Penipuan.

Merasa tidak terima jadi Korban penipuan, Korban berusaha mencari Tersangka. Dengan dibantu anggota dari Koramil Taman, malam itu juga sekitar pukul 22.00 Wib Tersangka bisa diketemukan dan diamankan. Sehubungan dengan tempat kejadian perkara yang berada di wilayah kedungwuni, saat itu juga anggota Koramil Taman menghubungi Polsek Kedungwuni, dan saat itu juga anggota Unit Reskrim Polsek Kedungwuni menjemput Tersangka guna dibawa ke Polsek Kedungwuni untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Agar kejadian yang serupa tidak terulang kembali, kami himbau kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan seseorang yang baru dikenalnya. Lebih-lebih lagi kita diminta untuk mentranfer sejumlah uang, ucap Kasubbag Humas AKP Akrom. (Humas Polres Pekalongan)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : tni gadungan