Warta Desa, Ngimbang, Lemongan (18/11/2025 ) — Tradisi tahunan Mendak Sanggring di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lemongan, berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan. Acara adat yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat ini dihadiri Wakil Bupati Lemongan, Dirham Akbar Aksara, serta jajaran Forkopimda.
Hadir pula Kasdim yang mewakili Dandim, Kapolsek Ngimbang yang mewakili Kapolres, Camat Ngimbang, Danramil Ngimbang, para tokoh masyarakat, dan ribuan warga dari berbagai desa sekitar. Suasana desa tampak penuh sesak oleh masyarakat yang ingin menyaksikan dan mengikuti prosesi budaya yang sudah berlangsung turun-temurun tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara menyampaikan rasa bangga atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi pada pelaksanaan Mendak Sanggring tahun ini.
“Luar biasa, saya melihat antusiasme masyarakat yang hadir hari ini. Upacara Mendak Sanggring ini bahkan terasa lebih meriah daripada perayaan Lebaran,” ujar Wabup Dirham disambut tepuk tangan warga.
Beliau menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bukti kepercayaan, komitmen, dan kebanggaan masyarakat Tlemang dalam menjaga budaya warisan leluhur.
“Hari ini menjadi bukti kepercayaan dan kebanggaan bagi kita semua, sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus melanjutkan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun setiap tahunnya,” lanjutnya.
Wabup Dirham menyoroti potensi besar Desa Tlemang yang dikenal sebagai desa tertinggi di Kabupaten Lemongan. Selain memiliki kekayaan budaya, Tlemang memiliki pemandangan alam yang memukau dan sangat berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan.
“Tradisi Mendak Sanggring yang digelar setiap tahun ini harus terus dilestarikan. Semakin dikenal masyarakat luas, tentu akan semakin mengangkat nama baik Desa Tlemang,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lemongan disebut telah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata untuk mendorong pengembangan Tlemang sebagai desa wisata, bersamaan dengan target pengembangan Desa Tigi sebagai destinasi berikutnya.
“Kami ingin menjadikan Desa Tlemang sebagai desa wisata unggulan di Indonesia. Syukur-syukur dapat mewakili daerah hingga tingkat provinsi, bahkan nasional,” tambahnya.
Tradisi yang Mempererat Kerukunan
Wabup Dirham juga menekankan pentingnya tradisi Mendak Sanggring sebagai momentum mempererat persatuan masyarakat.
“Yang terpenting adalah tradisi ini mampu menyatukan kita semua. Hari ini kita berkumpul dalam suasana penuh kerukunan, kebersamaan, kedamaian, dan keharmonisan,” ujarnya.
Di akhir sambutan, beliau mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga dan memeriahkan tradisi Mendak Sanggring Tlemang sehingga tetap lestari hingga sekarang.
Acara berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan warga yang hadir. Tradisi Mendak Sanggring kembali membuktikan diri sebagai salah satu aset budaya penting Kabupaten Lemongan yang patut dipertahankan dan dikembangkan. (Rohadi)










