Kedungwuni, Wartadesa. – Truk pembawa tanah urugan yang melewati jalan Wonopringgo-Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan ini membahayakan pengguna jalan lain, demikian disampaikan Sunoto (54), sopir angkot jurusan Kajen-Pekalongan, Jum’at (02/12) kepada pewarta Wartadesa yang sedang menggunakan jasa angkot tersebut.
“Tanah galian yang tidak ditutup kan membahayan pengguna motor dibelakangnya, kalau debunya masuk ke mata kan bahaya, belum lagi kalau berceceran di jalan dan terkena hujan, kan bisa menyebabkan jalan licin,” ujar Sunoto.
“Bahaya tuh mas, motor bisa terpeleset dan rawan kecelakaan.” Tambahnya. Dari pantauan di lapangan, truk pembawa material tanah tersebut menuju ke lokasi pembangunan tol ruas Pemalang-Batang di desa Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
Sebelumnya, warga Sragi melakukan aksi blokir jalan dengan drum, akibat kesal dengan ulah truk yang membawa material tanah urugan yang tidak membersihkan ceceran tanah galian yang dibawa, hingga beberapa kali menyebabkan kecelakaan.
[button type=”round” color=”” target=”” link=”https://www.wartadesa.net/kesal-dampak-pembangunan-tol-warga-blokir-jalan/”]Baca: Kesal dampak pembangunan tol, warga blokir jalan[/button]

Sunarto, salah satu warga Sragi mengingatkan warga untuk waspada dan berhati-hati dalam sebuah postingan di media sosial, “Sudah 4 pengendara motor jatuh, licinnya jalan akibat ceceran tanah urug pengerjaan tol trans pemalang~batang. Lokasi pasar Sragi arah ke Bojong. Waspada buat pengendara, alternatif jalan bisa lewat jatimalang~tegalontar~klunjukan~arah bojong.” ***(Buono/Eva Abdullah)










