Warta Desa,Pekalongan – Lebih dari 50 warga Dusun Dampyak Kulon, Desa Karangjompo, RW 05, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Karangjompo pada Jumat (5/12/2025) pagi. Aksi damai yang melibatkan berbagai kalangan usia, mulai dari anak muda, ibu-ibu, hingga bapak-bapak ini menuntut satu hal mendesak: pemasangan listrik untuk operasional pompa air yang selama ini masih mengandalkan dana swadaya masyarakat.
Warga menyatakan bahwa wilayah mereka sudah bertahun-tahun menghadapi masalah banjir yang tak kunjung surut. Tanpa bantuan pompa air, genangan akan bertahan lama dan menghambat aktivitas sehari-hari.
“Kondisi di wilayah ini perlu penanganan intensif. Banjir ini surutnya akan lama tanpa bantuan pompa air. Untuk itulah kami berharap pihak pemerintah desa jangan cuma janji-janji doang. Kami butuh hal ini ditangani secepatnya, yakni pemasangan listrik bagi pompa air,” tegas Muhammad, salah satu perwakilan warga Dampyak Kulon.
Menanti Solusi Nyata dari Pemerintah
Warga mengungkapkan bahwa upaya mencari bantuan sudah dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan DPRD Kabupaten Pekalongan, namun hasilnya masih nihil. Kebutuhan listrik untuk pompa air dinilai sangat mendesak, mengingat genangan kerap terjadi saat hujan lebat maupun air rob. Warga menilai dana swadaya tidak dapat terus diandalkan, sehingga menuntut Pemerintah Desa (Pemdes) mengambil langkah tegas.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini membuahkan hasil cepat. Pihak Pemdes Karangjompo langsung memberikan kepastian.
“Kami apresiasi pihak Pemdes yang mau menemui warga. Kami menyambut baik keputusan cepat dari pihak Pemdes. Pemasangan listrik untuk sedotan banjir akan dilakukan pada
Keputusan cepat ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya banjir di Desa Karangjompo, khususnya di RW 05.
Harapan Jangka Panjang
Meskipun tuntutan fasilitas listrik untuk pompa air sudah dipenuhi, warga juga berharap Pemdes segera merancang solusi jangka panjang untuk penanganan banjir di Desa Karangjompo. Genangan air kerap membanjiri jalanan hingga masuk ke rumah-rumah warga, terutama saat musim penghujan tiba.
Aksi warga RW 05 Desa Karangjompo ini menjadi contoh positif tentang bagaimana persatuan dan kekompakan masyarakat dapat mendorong pemerintah desa untuk mengambil kebijakan yang adil dan inisiatif demi kesejahteraan warganya. (M Najmul Ula)










