close
pandawa

Batang, Wartadesa. – Rencana Pemkab Batang untuk menerapkan ruas satu arah bagi pengguna jalan di Jalan Diponegoro,   Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Brigjend Katamso, Dr. Soetomo menuai polemik dikalangan warganet Batang. Menurut warga, kebijakan (penerapan satu arah) tersebut belum perlu diterapkan di Kota Berkembang saat ini.

Diketahui, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono, Kamis (08/08) mengumumkan uji coba jalur satu arah pada ruas tersebut diatas. Menurutnya, dengan sistem satu arah, pengguna jalan akan melewati ruas jalan yang ditata pemerintah secara khusus sebagai pengenalan kepada pengguna jalan seperti pusat wisata perkotaan, kuliner dan aktivitas khusus lainnya.

Penerapan jalur satu arah dilakukan pada  jalan Diponegoro, jalan A. Yani, Jalan Ahmad Dahlan, jalan Brigjend Katamso, Jalan Dr. Soetomo. Khusus di Jalan Ahmad Dahlan mulai pukul 16.00-24.00 ada pandawa street food. Sehingga lalu lintas dari ruas jalan Gajahmada dilarang masuk ke Jalan Ahmad Dahlan.

“Uji coba penerapan sistem dimulai hari Jumat tanggal 9 Agustus 2019 Pukul 06.00 WIB,” tutur Murdiono.

Kontan saja, pengumuman tersebut menuai banyak kecaman dikalangan warga Batang. Mereka meluapkan ketidak setujuannya pada grup media sosial maupun pada postingan pribadi mereka.

Seperti diungkapkan oleh Sri Marti Ny, pada laman grup media sosial Pigura Warga Batang. Menurutnya kebijakan tersebut membuat warga tidak nyaman, lantaran rute yang ditempuh warga ‘mbulet’ (berputar-putar).

“Kebijakan itu dibuat agar kita nyaman pak,,,, ini kita dah nyaman kok mau di buat gak nyaman,,,, rutene mbulet, sebagai gojek dan mungkin pengguna jalan lainnya,,saran saya mending jl yos ke selatan setelah rel kereta satu ke arah kiri/timur,,karena pas di lampu merah toko yok selalu bentur yg dari barat,,mohon di loloskan min,” tulis Sri Marti Ny, 7 Agustus pukul 11.42 WIB.

Warganet lainnya, Ellena Sahara, mengungkapkan bahwa seharusnya kebijakan tersebut melibatkan warga dan tidak tepat diterapkan di Batang yang notabene merupakan kota kecil yang tidak mengalami kemacetan.

“Nk sdo didemo ae..moso gwe aturan ora di pikir ndisek..mentingke awak.e dwe tok..ora mikirke rakyate nk koyo kui..sg di tiru kota sg gedi….sisan ae kae jl pemuda di gwe 1 arah ngidul kabeh…mgko nk yen wong sg wisata ng pagilaran men raiso bali….,” tulis Ellena Sahara.

Menurut Ellena, kebijakan Pemkab Batang tersebut merupakan ‘test case‘ untuk melihat respon warga Batang. “Mungkin itu hanya semacam test public aja. Disebarkan informasi utk melihat respon dan reaksi publik.. nanti kl pd nolak kan jawabe dr dinas terkait enak… (Ahh itu kan hanya wacana saja), lanjut Ellena.

Ungkapan senada disampaikan Hardian Hdpi dan Nglaras Roso, menurut mereka kondisi di Batang belum macet dan rute yang diujicobakan membingungkan. “Makane kui malah dadi bingungi dan juga masih kondusif jalannya gk macet kyk pekalongan😂😂😂😂,” tulis Hardian.

Pun halnya yang diungkapkan oleh Nglaras Roso, “Emang jalur batang sampun full n macet nopo Njih…. Perasaan jalur full n agak macet itu kalo da acara di alun 2 saja… Selain itu ya aman lancar semua…. Jl gajah mada cenderung lengang,”

Sementara Susan Law menyayangkan ruas jalur ke RSUD Kalisari yang jika diterapkan satu arah akan merepotkan pasien rumah sakit, apalagi dalam kondisi gawat darurat, “sy fokus ke jl dr Sutomo, jalur RSUD harusnya bisa diakses dari semua arah mengingat fungsional IGD,” tulis Susan.

Ramainya perbincangan warganet menolak penerapan jalur satu arah tersebut ditanggapi oleh Humas setempat.

Tanggapan Humas Batang terkait pemberlakuan jalur satu arah di beberapa ruas.

Di jalan Ahmad Dahlan sendiri, nanti malam, Jum’at (09/08) mulai diluncurkan Pandawa Street Food (PSF). Pusat kuliner yang ditata menyerupai Jalan Malioboro Jogjakarta tersebut disulap menjadi panggonan pangananan lan wedangan dengan konsep street food atau berbagai kuliner pinggir jalan dari makanan ringan hingga makanan berat. Tutur Bupati Batang, Wihaji.

Wihaji menambahkan,  Pandawa Street Food akan menjadi pusat kuliner serta pemecah keramaian di Alun-alun Batang. “Kita akan sulap sebagus mungkin, dengan lampu-lampu hias dan ornamen lainnya, beragam sajian kuliner yang menggugah selera dari makanan ringan sampai makanan berat, juga ada permainan anak-anak,” jelas wihaji .

Grand launching akan berlangsung malam nanti mulai pukul 19.30 WIB yang akan dibuka oleh Bupati Batang Wihaji dan akan dimeriahkan dengan tarian tradisional asli Batang, Tari Kalibeluk, serta Pandawa Akustik, dan band lokal lainnya. (Eva Abdullah)

Tags : jalur satu arahmalioboro batangpandawa street food