Bojong, Wartadesa. – Pembangunan jalan tol ruas Pemalang-Batang di Desa Jajarwayang Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan sedikitnya membuat retak 30 rumah warga. Rumah warga retak akibat getaran pembangunan tiang pancang. Akibatnya beberapa kali warga mengeluhkan kondisi tersebut dan meminta pihak kontraktor PT Waskita untuk bertanggung jawab, namun sampai saat ini belum ada perbaikan.
“30 an rumah warga mengalami keretakan karena efek getaran pembangunan tiang pancang untuk jembatan jalan tol. Warga Desa Jajarwayang sudah beberapa kali mengeluhkan retaknya rumah mereka kepada pihak Waskita selaku pihak yang mengerjakan pembangunan jembatan di desa Jajarwayang tersebut akan tetapi sampai saat ini belum juga ada perbaikan yang dilakukan pihak Waskita.” Ujar warga, Jum’at (15/4).
Kapolsek Bojong, I Wayan Suandi membenarkan adanya keluhan warga tersebut. “Sudah banyak warga yang mengeluh ke kami, sehingga kami berkoordinasi dengan Kades Jajarwayang untuk mempercepat realisasi perbaiakan rumah warga yang rusak tersebut,” kata Kapolsek
“Selain berkordinasi dengan Kades Jajarwayang kami juga sudah berkoordinasi dan bahwakan mendampingi pihak Waskita beberapa hari yang lalu dalam mendata rumah warga yang retak tersebut,” tambah Kanit Intel yang saat itu mendampingi Kapolsek. (WD, tribratanewskajen)










