close
Layanan PublikPolitik

Aaf prioritaskan penanganan banjir dan rob, Agung benahi infrastruktur

aaf
  • Program 100 hari

Pekalongan, Wartadesa. – Afzan Arslan Djunaid (Aaf)-Salahudin, Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan memasukkan penanganan banjir dan rob sebagai program unggulan 100 hari pertama mereka menjabat. Sementara Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo  fokus melakukan pembenahan insfrastruktur.

Pasangan Aladin (Aaf-Salahudin) usai dilantik secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Jum’at (26/02) mengungkapkan program 100 hari pertamanya, meliputi,

Mewujudkan jalan kota yang bebas berlubang, penanganan sampah, penanganan kesehatan gizi buruk, pengaturan lalu lintas yang berpedoman pada keselamatan pengendara dan peningkatan perekonomian masyarakat, permasalahan penanganan banjir dan rob, pendidikan di masa pandemi Covid-19,dan penanganan Covid-19 di masyarakat,serta permasalahan-permasalahan serius lainnya yang harus segera dituntaskan.

“Kami tidak ingin muluk-muluk dalam membuat program 100 hari kerja yang bisa kita realisasikan saja. Mudah-mudahan dengan sinergitas dan komunikasi yang sudah terjalin baik antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, Forkopimda, dalam 100 hari kerja ke depan bisa segera terwujud dengan baik,” kata Aaf.

Terkait penanganan banjir dan rob, Aaf menyebut bahwa penanganan dilakukan bersama-sama pemerintah pusat, pemprov dan pemda. “Pemkot membangun dan memperbaiki sistem drainase, Pemprov sudah berkomitmen untuk memperbaiki sungai-sungai, dan Pemerintah Pusat menyiapkan penanganan dari sisi tanggul-tanggul raksasa yang ada,” papar Aaf.

Menurut Aaf upaya penyelesaian masalah banjir di Kota Pekalongan yang perlu ditekankan adalah koordinasi persiapan menghadapi musim penghujan dan antisipasi terjadinya musibah banjir sejak dini ini yang menjadi hal paling utama agar bisa menekan risiko dan dampak yang ada.

Program 100 hari Bupati Pemalang

Sementara itu Bupati Pemalang terpilih, Mukti Agung Wibowo lebih memprioritaskan pembenahan infrastruktur. “Dalam 100 hari kerja, kami akan lebih fokuskan infrastruktur karena dengan penataan infrastruktur ini, semua kegiatan bisa berjalan dengan baik,” kata Mukti Agung di Pendapa Pemkab Pemalang.

Dia mengatakan, apa yang akan dilakukannya ini diharapkan bisa membawa perubahan di Kabupaten Pemalang.

Mukti Agung juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Pemalang untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap penularan Covid-19 yang hingga kini belum berakhir. “Pemerintah saat ini tengah melakukan PPKM mikro, mari kita dukung, mari kita laksanakan agar bisa berjalan dengan baik untuk melawan pandemi,” katanya. (Bono)

Terkait
Berenang di Pantai Kaliprau, dua anak meninggal

Pemalang, Wartadesa. - Dua dari empat anak yang tenggelam terseret ombak di Pantai Kaliprau, Pemalang, Jum'at (26/02) sore ditemukan dalam Read more

Warga Pelutan geger! Perempuan gantung diri di kontrakan

Pemalang, Wartadesa. - Perempuan bernama Ika Yunisti (34) warga Desa Denasari, Kecamatan Pemalang yang ditemukan dalam keadaan menggantung di kontrakannya, Read more

Diduga salah paham, gadis ini dianiaya gerombolan anak jalanan

Pemalang, Wartadesa. - Tamara Sulistyani (17), gadis asal Purbalingga, Banyumas dilarikan ke Rumah Sakit Prima Medika Pemalang oleh seorang tukang Read more

Diduga selingkuh, Sekdes dan Kaur Kesra Desa Karangmoncol didemo

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Karangmoncol, Randudongkal, Pemalang menggeruduk balai desa setempat. Aksi warga dilakukan lantaran dugaan perselingkuhan yang dilakukan Read more

Tags : berita pekalonganberita pemalangprogram 100 hari