close
Sosial Budaya

Asip: Hari ini kami akan koordinasi dengan PT BPR dan Pemprov

jalan bojong
  • Kasus Jalan Raya Bojong Licin, Makan Korban

Bojong, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PT. Pemalang Batang Toll Road (PBTR) terkait keluhan Suharto Harto, warga Kecamatan Bojong yang mengeluhkan kondisi Jalan Ketitang-Duwet Bojong yang licin dan banyak menelan korban kecelakaan akibat dilewati truk dam (dump-truck) pengangkut material tol. Selasa (3/10)

“Beginilah kondisi jalan Ketitang – Duwet Bojong kalau hujan….licin dan banyak pengendara motor yang berjatuhan. Inilah yang namanya pembangunan tapi tidak/kurang memperhatikan lingkungan. # efek pembangunan jalan tol.” Tulis Suharto Harto dalam akun facebooknya.

Postingan tersebut langsung mendapat respon beragam dari berbagai klalayak warganet, dan dibagikan sebanyak 20 kali.

Akun, Didiek Harahab  kemudian membagikan postingan tersebut dengan menge-tag langsung Bupatei Pekalongan, Asip Kholbihi, hingga orang nomor satu di kota yang terkenal dengan kuliner sego megono ini berkomentar, “Asip Kholbihi Hari ini kita koordinasikan dg pemprov dan PBTR …krn benar jl tsb milik provinsi Jateng..mtr swn,” tulis Asip, Rabu (4/10)

Mendapat respon positif dari Bapaknya (Bupati), warga lainnya,Tiya Anto   mengungkapkan bahwa truk dam pangangkut material tanah tol melebihi kapasitas, tidak ditutup terpal, dan sopirnya ugal-ugalan, selain itu, akibat licinnya jalan menjadi penyebab banyak korban jatuh dari motor.

Baca: Rusak parah, jalan raya Bojong dikeluhkan warga

“Alhamdulillah bapak.menawi angsal maringi unek unek.meniko masyarakat melas bapak.jalan ipun mubrak mabrik.muatan siti nipun melebihi wadahipun alias munjung.katah muatan engkang mboten ditutup terpal sitinipun.ditambah sopir ipun sering ugal ugalan.ditambah waktu keluar dr lokasi pengambilan tanah ,sering asal nyetop kendaraan yg lewat tanpa memperhatikan jarak yg di berhentikan.Ngapunten bapak …setiap hari saya lewat jalan sehari 6x karna anak sekolah di pondok Al utsmani.kajen.matrnuwun bapak Asip Kholbihi. (Alhamdulillah Bapak (Bupati), jika boleh ngasih unek-unek, kasihan masyarakat, jalan rusak parah, muatan tanah melebihi kapasitas, banyak yang tidak ditutup terpal. Ditambah sopirnya ugal ugalan saat keluar dari lokasi pengambilan tanah. Sering asal menghentikan kendaraan yang lewat tanpa memperhatikan jarak pemberhentian. Maaf Bapak … setiap hari saya lewat jalan tersebut sehari enam kali, karena anak sekolah di Pondok Al Utsmani Kajen. Terimakasih Bapak Asip Kholbihi),” tulis Tiya Anto.

Tiya Anto menambahkan “Kalau pas ada banyak motor yg jatuh,seringnya warga datang ke koramil terdekat.katanya siapa tahu bisa membantu menyampaikan ke pihak atas/yg berkaitan.Katah comant comant warga .mekaten pak.mohon maaf jika ada salah dlm penyampaian.matrnuwun.” Tulisnya.

Keluhan serupa sebelumnya dilakukan oleh Septian Febrianto. Septian yang sehari-hari melewati ruas jalan tersebut mengaku sempat  tergelincir beberapa kali saat hendak berangkat kerja. “Saya sempat  jatuh beberapa kali, karena melewati jalan yang seperti kubangan lumpur tersebut,” tuturnya. (27/9)

Septian mengungkapkan bahwa beberapa pengendara motor terpaksa harus menuntun motornya, agar tidak jatuh. “Banyak yang menuntun motornya, terutama ibu-ibu, karena takut tergelincir,” tambahnya.

Selain itu, Septian juga mengeluhkan ulah sopir truk dam (dump-truck) pembawa material tanah urugan tol yang ugal-ugalan dan sangat kencang di lokasi jalan tersebut. “Truk dam yang lewat malah ugal-ugalan, kenceng lagi, hampir membahayakan pengguna jalan lain. Selain itu cipratan lumpur dari truk tersebut mengenai pengguna jalan lain,” lanjutnya.

Menurut Septian, penguna jalan Bojong-Kajen harus ekstra hati-hati melewati jalan tersebut, utamanya disaat jalan becek karena hujan, “jalan Bojong-Kajen sangat sangat licin, bagi pengendara motor dan mobil mohon hati-hati, kecuali dumptruck, karena itu jalan proyek bukan lagi jalan umum. Kalau bisa mabur aja biar aman.” tuturnya kesal. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Asip Kholbihijalan bojong rusakTol