- Kabupaten Pekalongan 12 terendam
Pekalongan, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Pekalongan lebih dari tiga jam Selasa (07/03) kemarin sore menyebabkan banjir merendam wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan.
Faroh Istighfar, warga yang tinggal di Jalan Bahagia Kota Pekalongan melaporkan banjir di kompleks tersebut mencapai 25 cm. “Diharapkan pengguna jalan mencari jalan alternatif karena banjir sudah sangat tinggi dan sudah banyak korban yang mendorong motor dan mobilnya akibat terkena banjir,” ujarnya.
Faroh menambahkan, sejak sore saat air mulai masuk Puskomas (Pusat Komputer Masyarakat) dia sudah mulai menguras air yang masuk dan memindahkan komputer dan barang-barang yang ada di tempat yang lebih tinggi.
Kontributor lapangan Wartadesa hingga malam kemarin pukul 22.30 wib melaporkan Jalan Kurinci Kota Pekalongan dua arah ditutup untuk umum. “Jalan Kurinci ditutup dari dua arah karena terendam banjir untuk mengurangi korban motor dan mobil mogok,” ujar Ali, warga Kramatsari yang berada di lokasi.
Sementara itu, banjir di wilayah pantai utara jawa Kabupaten Pekalongan merendam beberapa desa. Eko Riyanto, warga Mulyorejo menuturkan meski banjir warga belum melakukan pengungsian. “Saat ini warga melum mengungsi, ketinggian air mencapai 50 cm. Mungkin karena warga sudah terbiasa dengan rob, hingga saat ini masih belum bersedia meninggalkan rumahnya,” tuturnya.
Sekitar 12 desa di wilayah pantura yang langganan rob, ikut terendam banjir. Dilansir dari Radar Pekalongan, 12 desa yang terendam meliputi Desa Pecakaran, Pesanggrahan, Api-Api, Wonokerto Kulon, Wonokerto Wetan, Tratebang, Sijambe, Kelurahan Bener, Desa Tegaldowo, Mulyorejo dan Jeruksari. (WD, radar pekalongan)










