close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Warga Ambokembang adukan dampak buruk pembangunan jalan tol

demo ambokembang1

Kedungwuni, Wartadesa. – Pembangunan jalan tol di Kabupaten Pekalongan, dinilai tidak memperhatikan aspek keselamatan lingkungan. PT. Waskita dan PT. SMJ yang melakukan pengurukan tanah jalan tol Pemalang-Batang menyisakan masalah dampak lingkungan yang ditimbulkan, khususnya warga Ambokembang Gang 2.

Dampak lingkungan yang ditimbulkan diantaranya debu, kebisingan pelaksanaan proyek, getaran pelaksanaan proyek, drainase yang hilang, akses jalan hilang, keretakan tembok dampak dari pelaksanaan proyek.

Selain itu, pembangunan tol juga berakibat pada pencemaran air sumur, material tanah sisa-sisa ada yang tercecer di tepi jalan raya sisi timur.

Melihat banyaknya dampak yang ditimbulkan, warga Ambokembang  menuntut agar semua masalah itu segera diatasi, mengingat bulan September musim hujan yang dikhawatirkan banjir. Selain itu perwakilan warga juga meminta agar jam kerja pekerja proyek dibatasi, karena mengganggu istirahat warga.

Warga pun melakukan pengaduan kepada pihak berwenang, hingga pada hari ini, Rabu (23/8) Polsek Kedungwuni mempertemukan warga dengan pengembang proyek tol untuk melakukan mediasi.

Bertempat di aula Balai Desa Ambokembang Kec. Kedungwuni, Polsek Kedungwuni Polres Pekalongan melaksanakan pertemuan penyelesaian tentang pengaduan warga Desa Ambokembang dengan PT. Waskita dan PT. SMJ.

Menurut Kapolsek Kedungwuni AKP Kalunk Muktiana, hal ini bermula dari warga Gang 2 Desa Ambokembang yang menuntut kejelasan penyelesaian masalah dampak buruk pembangunan tol.

“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, anggota Babinkamtibmas Polsek Kedungwuni Brigadir M. Hisyam B, didampingi Kanit Intelkam Polsek Kedungwuni Bripka Erwin J. K sebagai pembina lingkungan berinisiatif membawa pengaduan warga tersebut untuk dirundingkan, yaitu memberi kesempatan untuk mediasi antara PT. Waskita dan PT. SMJ dengan warga.

“Negara kita adalah negara yang demokrasi, apabila ada masalah sebaiknya diselesaikan secara musyawarah yang menghasilkan mufakat, jadi jangan diselesaikan sendiri-sendiri,” ungkap Kapolsek.

Sebelumnya, sekitar 50-an warga Desa Ambokembang,  memblokir belasan armada berat proyek Tol Trans Jawa ruas Pemalang-Batang milik PT SMJ, Ahad malam (20/8).

Pemblokiran jalan dilatarbelakangi oleh pihak kontraktor tol yang  tidak membersihkan jalur   muatan tanah liat proyek. Sehingga cipratan tanah merah memenuhi jalan dan mengakibatkan lingkungan sekitar berdebu bekas material tanah.

Aksi yang sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Ambokembang tersebut mengakibatkan antrean kendaraan di lokasi cukup panjang. Petugas kepolisian yang mengetahui kejadian itu langsung turun ke lokasi untuk menenangkan masyarakat. Namun warga tetap memblokir akses armada proyek. (WD, Humas Polres Pekalongan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : demo toldemo warga ambokembang