close
BencanaSosial Budaya

BPBD: Waspadai 12 wilayah Pekalongan rawan longsor dan banjir

longsor sidomulyo1
Ilustrasi. Longsor Desa Sidomulyo Lebakbarang. Foto: Budi Rahayu Setiwan/Warta Desa

Kajen, Wartadesa. – Memasuki musim penghujan di wilayah Kota Santri, BPBD Kabupaten Pekalongan mengungkapkan 12 kecamatan rawan longsor dan banjir. Hal tersebut berdasarkan informasi dari Kajian dari Badan Geologi Bandung ada 12 kecamatan yang rawan bencana tanah gerak maupun banjir.

Bambang Sujatmiko, kemarin mengungkapkan bahwa terkait dengan informasi tersebut, pihaknya menyiapkan personil BPBD 24 jam yang ditugaskan dikecamatan rawan tersebut.

Menurut Bambang, kecamatan rawan longsor kategori menengah yakni Karangdadap, sementara Paninggaran, Lebakbarang dan Kandangserang masuk kategori rawan longsor tingkat tinggi dan berpotensi banjir bandang.

Potensi banjir juga mencakup Kecamatan Kesesi, Kajen, Doro, Talun dan Karanganyar, lanjut Bambang. Sedang Kecamatan Wonopringgo, Kedungwuni berpotensi mengalami banjir bandang berdasar kajian resiko bencana Badan Geologi Bandung, lanjut Bambang.

Terkait potensi banjir bandang dan tanah longsor, pihak BPBD akan membuka posko 24 jam oleh para petugas dari Satgas BPBD maupun relawan, dan membuka posko di 19 kecamatan se kabupaten pekalongan.

Bambang menyebut, pihaknya tengah menyiapkan peralatan tambahan berupa dua buah perahu yang akan tiba dua minggu kedepan. .

“Berbagai peralatan sudah kita cek dan siap digunakan sewaktu-waktu.Kita juga siapkan bahan logistik seperti beras, mie instan, air mineral, pakaian serta bahan bangunan seperti atap seng, triplek dan paku, digunakan apabila ada rumah yang rusak akibat bencana,” tutur Bambang. (WD)

Tags : banjir bandanglongsor