close
EkonomiHukum & Kriminal

Fenomena gunung es arisan online, satu terkuak, muncul lagi lainnya

arsol
Captio salah seorang peserta arisan online menganggapi pemberitaan Warta Desa

Simalungun, Wartadesa. – Demam arisan online menyentuh beragam kalangan saat ini. Aktivitas yang awalnya sekedar silaturahmi dan anjangsana kini merambah dunia maya.  Maraknya arisan online ini perlu dicermati dan teliti sebelum bergabung. Apalagi iming-iming hasil tinggi kadang berakhir dengan gagal bayar. Ekpekstasi tak seindah realisasi.

Sistem arisan online model skema piramida patut dicermati dan diteliti lebih dalam, karena skema ini berpotensi gagal bayar. Bila sistem itu berhenti atau uang arisan dibawa kabur, peserta dijamin gigit jari.

Sejak MU alias Tara (22) diduga penipu arisan online (arisol) diamankan, Jumat (23/11) lalu oleh Polsek Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, bisnis duit via medsos ini sontak menjadi viral dan melahirkan komentar kotrovesial.

Salah satu komentar di akun Facebook YA setelah membagikan tautan dari Warta Desa dengan caption “Ayokkkkk kapan kita buat kanjeng mami kita macem gini.  uda gak sabar.  hehehehehe.”

Posting tautan dari Warta Desa yang dibagikan  oleh YA ini merupakan berita tentang diamankanya MU alias Tara ini dengan caption tersebut mengisyratkan bahwa ada pelaku lain dengan modus yang sama.

“Memang benar bang,” Kata pemilik akun LD (30) yang juga di tag (ditandai) oleh YA, warga Desa B Kecamatan Bandar Huluan kepada awak Warta Desa di Serbelawan Selasa (27/11).

“Aku juga salah satu anggotanya bang. Bahkan omset arisol kami lebih besar dari si MU. Milyaran bang”. Tandas LD tanpa mau menyebut nama asli ‘Kanjeng Mami’ yang di maksud oleh YA.

Meski terindikasi gagal bayar, LD, belum melaporkan kasus tersebut kepihak kepolisian. “Belum kami lapor, karena dia masih mau berniat baik dengan janji akan mengembalikan modal kami. Kita tunggu aja.” Katanya saat ditanya Warta Desa, kenapa tidak lapor Polisi jika dia menipu.

Masih kata LD, “Aku baru tiga kali terima profit dari investasiku, selanjutnya setelah beberapa bulan tak ada kabar.” tambahnya.

Untuk diketahui sebelumnya. Terkait kasus penipuan arisan onlie oleh tersangka MU, Pihak Kepolisian Sektor Serbelawan sedang melakukan pengembangan. “Kita masih terus lakukan sidik dan lidik untuk pengembangan. Kasus ini. Nanti kita paparkan hasilnya. Kata kapolsek AKP Leston Siregar melalui Kabitreskrim IPTU jahoras Sinaga. (Bay Malau)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : arisan online