close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

Digerogoti kanker ganas, kaki pemuda asal Tersono membesar

kangker batang

Batang, Wartadesa. – Kanker ganas yang menggerogoti setahun terakhir remaja bernama Ifan Ferdianyanto (18), warga Dukuh Muliwung Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, membuat kakinya membesar. Ia terpaksa sehari-harinya berbaring karena tidak mampu menopang badannya untuk berdiri maupun berjalan.

Kanker ganas telah menggerogoti kaki kanannya. Iapun sempat menjalani kemoterapi di RS Moewardi Solo sebanyak 19 kali. Namun penyakitnya belum lepas dari tubuhnya.

Mendengar informasi tersebut, Wakil Bupati Batang Suyono mengunjungi ke rumah keluarga Subekti untuk menjenguk Ifan Ferdianyanto.

Didatangi wakil bupati, Ifan merasa terharu dan senang.  Sementara itu Suyono meminta agar Ifan terus berdoa dan berusaha untuk kesembuhannya.

“Penyakit datangnya dari Allah SWT, untuk itu kita harus berdoa meminta kesembuhan serta berusaha berobat mencari alternatif demi kesembuhan. Terlebih Ifan masih berusia 18 tahun yang seharusnya masih duduk di bangku SMA untuk mengejar cita-citanya,” tutur Suyono.

Suyono meminta agar orang tua Ifan, Subekti untuk selalu mengabarkan kondisi putrana melalui WhatsApp untuk membantu pengobatan remaja yang kini kehilangan seluruh rambutnya akibat kanker yang dideritanya.

“Di zaman yang serba media sosial (medsos) ini, manfaatkan medsos untuk menyampaikan informasi positif, seperti mengabarkan warga yang sedang mengalami musibah dan jangan sungkan untuk WhatsApp atau DM ke akun baik Bupati maupun Wakil Bupati Batang demi kesejahteraan warga,” kata Suyono. (Buono)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Jam buka Kafe dibatasi hingga pukul sembilan malam

kafe

Kajen, Wartadesa. – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Pekalongan meminta agar kafe membatasi jam buka hingga pukul 21.00 WIB. Hal tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kasus akhir-akhir ini.

Tim sebelumnya melakukan sidak di salah satu kafe di Wonopringgo dan Ambokembang, Kedungwuni. Di kafe Wonopringgo, Tim Satgas Covid-19 mendapati pengunjung berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Sementara di salah satu kafe di Ambokembang, menggelar live music.

Kapolres Pekalongan, AKP Darno mengungkapkan bahwa kafe diminta tutup maksimal pukul 21.00 WIB dan tidak menggelar hiburan seperti live music. Pun para pengunjung dibatasi untuk tidak terlalu lama konngkow-kongkow di kafe.

“Ketentuan sudah ada surat edaran, diantaranya harus memakai masker, jaga jarak, tempat duduk disesuaikan. Setelah ini akan kita tindaklanjuti dengan rapat bersama pemda,” kata Kapolres, Sabtu (05/06).

Darno menghimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “kita lakukan ini untuk mencegah masyarakat agar selalu sehat dan terjaga dari covid 19,” harapnya.

Polisi Bagi Masker di Batang

Sementara itu petugas kepolisian di Batang membagikan sejumlah masker pada pengunjung alun-alun Batang yang tidak mengenakan masker.

Puluhan aparat gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang menghentikan pengendara yang tidak memakai masker. Tidak hanya sepeda motor atau mobil, pejalan kaki pun dihentikan petugas.

“Kegiatan ini dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan dan mendukung pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro,” kata Kabag Ops Polres Batang, Kompol Raharja di lokasi, Ahad (6/6/2021).

Ia mengingatkan warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, khususnya memakai masker saat beraktivitas. Jika kedapatan tidak bermasker, oleh petugas bisa terkena sanksi sosial.

Raharja menyebut, bagi para pelanggar protokol kesehatan diberikan teguran. Sebagian dari mereka juga mendapat sanksi sosial mulai dari menghapal Pancasila, menyanyikan lagu nasional dan push up.

Kali ini, pihaknya juga membagikan masker dan kampanyekan pentingnya prokes 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari berkerumun dan membatasi mobilitas.

“Harapan kami, warga makin patuh dengan protokol kesehatan, sebab pandemi Covid-19 belum berakhir,” tuturnya. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

panglima tni

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona oranye, dan 63 zona kuning, paska penerapan PPKM berskala mikro. Demikian disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam Apel Bersama TNI-Polri-Satgas Covid-19 dalam rangka penguatan pelaksanaan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19 di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, bertempat di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, Ahad (6/6/2021) sore.

“Kota Pekalongan juga membuktikan bahwa pelaksanaan PPKM berskala mikro dengan berbasis RT/RW yang masuk zona merah (ada) 1 yaitu adanya klaster SMA 4 namun bisa terkendali. Zona oranye ada 3, zona kuning 63, dan zona hijau 1.615,” ungkap Panglima TNI.

Hadi menilai pelaksanaan pengendaian Covid-19 di Kota dan Kabupaten Pekalongan berhasil.  Menurutnya saat ini kasus aktif di Kota Pekalongan sejumlah 81 dengan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit dibawah 40 persen.

Meski demikian, Hadi menghimbau agar warga tetap menggunakan masker meskipun sudah divaksin.  “Dengan menggunakan masker maka kita menyayangi anak kita, istri atau suami kita, tetangga kita. Saya menggunakan masker adalah dalam rangka melindungi mereka, melindungi keluarga saya. Termasuk mereka yang menggunakan masker adalah melindungi saya. Sehingga menggunakan masker, saya melindungi saudara, dan saudara melindungi saya sehingga tidak terjangkit Covid-19,”  lanjutnya.

panglima TNI berpesan agar pelaksanaan tugas penegakan prokes tidak menjadikan warga sebagai obyek, sehingga warga memiliki kesadaran tinggi untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita sama-sama melaksanakan tugas negara, tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya, mengajak seluruh masyarakat untuk patuh terhadap prokes karena untuk menyelamatkan umat manusia, menyelamatkan rakyat Pekalongan supaya terhindar dari bahaya Covid-19,” pungkas  Hadi Tjahjanto. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Khawatir dampak imunisasi Covid-19, vaksinasi di Karangdowo belum penuhi target

covid karangdowo

Kedungwuni, Wartadesa. – Masih banyaknya kekhawatiran lansia di Desa Karangdowo terhadaf efek (dampak) vaksinasi Covid-19, membuat target vaksinasi dengan sasaran warga diatas usia 60 tahun ini belum mencapai target.

Melansir laman web resmi Desa Karangdowo, dari 348 sasaran vaksinasi Covid-19 untuk lansia, yang sudah menjalani vaksinasi tahap pertama pada 5 Mei 2021 sebanyak 98 orang. Sedang vaksinasi tahap kedua pada 3 Juni 2021 diikuti oleh 49 orang.

Vaksinasi yang dihelat bekerjasama dengan Puskesmas Kedungwuni II tersebut merinci jumlah peserta lansia yang telah melakukan vaksinasi.

Tahap pertama lansia yang hadir berjumlah 98 orang dengan rincian 78 orang mendapat vaksin, 19 orang ditunda dan 1 orang tidak diberikan.  Tahap kedua lansia yang hadir mengalami penurunan yaitu berjumlah 49 orang dengan rincian 44 orang mendapat vaksin dan 5 orang ditunda.

Menurut Kepala Desa Karangdowo, Hufron, pemerintah desa telah berusaha maksimal dengan memberikan edukasi pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Namun banyak dari masyarakat yang ditemui mengungkapkan adanya kekhawatiran akan akibat yang ditimbulkan dan sebagian yang lain dalam kondisi yang tidak sehat. Padahal perlu diketahui bersama bahwa Vaksin Covid-19 telah dijamin keamanan dan kualitasnya oleh BPOM dan kehalalannya oleh Majelis Ulama Indonesia.” Ujar Hufron.

Hufron menambahkan, pihaknya terus menghimbau warganya apabila ada vaksinasi Covid-19 lagi, warga dapat mengikutinya tanpa rasa takut dan khawatir,  “karena hal ini demi kebaikan bersama agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi dan kehidupan dapat kembali seperti semula.” Lanjutnya.

Gelaran vaksinasi Covid-19 tahap dua tersebut dimonitor langsung oleh Kapolres Pekalongan, Kapolsek Kedungwuni, Kepala Puskesmas Kedungwuni II beserta rombongan.  (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Takut ‘nggak bisa berdiri’ peminat Vasektomi di Batang, rendah

bkkbn batang

Batang, Wartadesa. – Gara-gara takut dan khawatir organ reproduksinya ‘nggak bisa berdiri’ pria di Kabupaten Batang enggan mengikuti vasektomi. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Batang, Supriyono, kemarin.

“Dari anggapan pihak laki-laki ada kekhawatiran jika melakukan medis operasi pria (MOP) atau vasektomi, maka tidak bisa ‘berdiri’ (ejakulasi). Padahal itu tidak benar,” ucap Supriyono.

Menurut Supriyono bagi pria yang menjalani vasektomi akan mendapatkan penghargaan setara uang tiga hari kerja atau Rp 300 ribu ditambah dari CSR Rp 500 ribu. “CSR dari salah satu bank dengan menyediakan tabungan sebesar Rp 500 ribu bagi pria yang melakukan vasektomi. Jadi total Rp 800 ribu.” Lanjutnya.

Supriyono menyebut bahwa vasektomi sudah sesuai dengan kaidah kesehatan dan aturan agama. “Dan itu sudah dikaji dari sisi kesehatan hingga agama. Karena itu kami imbau, bagi pasangan yang istrinya tidak ber-KB, maka pihak laki-laki bisa melakukan KB pria,” ucapnya.

Singgih Pujiyono, salah satu pria yang sudah divasektomi menceritakan pengalamannya. Ia bercerita awalnya takut melakukan vasektomi karena mitos tidak bisa ‘berdiri’ atau ejakulasi. Tapi melihat istri tidak cocok dengan KB baik suntik dan srbagainya, ia tidak tega.

“Akhirnya saya vasektomi dan tetap bisa melakukan aktivitas (hubungan suami istri) seperti biasa. Saya membuktikan sendiri sampai sekarang,” ucapnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kepala Dinkes Batang mundur

mukhlasin

Batang, Wartadesa. – Ditengah-tengah penanganan Covid-19 di Kabupaten Batang,  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, dr Muchlasin MKes mengundurkan diri dari jabatannya.

Bupati Batang, Wihaji, pun membenarkannya. Bupati mengatakan bahwa Muchlasin mengajukan permohonan pengunduran diri pada pertengahan Maret 2021 lalu, dan baru disetujui pada awal April 2021.

“Ya, beliau mengundurkan diri dan  sudah mengajukan surat pernyataan pengunduran diri pada Maret kemarin, dan April saya setujui,” ujar Bupati Wihaji, Selasa (27/04).

Ia pun mengatakan, kalau alasan pengunduran dr Muchlasin setelah ditanya dari hari ke hati  beralasan karena sakit. “Beliau sakit, jadi saran dari pihak keluarganya tidak bisa melaksanakan tugas dengan beban berat,” ungkap Wihaji.

Adapun kini Muchlasin menyandang status baru sebagai pejabat fungsional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batang.

Sedangkan untuk mengisi kekosongan kursi jabatan Kepala Dinkes Batang, kini dr. Didiet Wisnuhardanto, Kepala Puskesmas Tulis dipercayai untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt).

Bupati Wihaji menegaskan, bahwa pengunduran diri Muchlasin tidak akan mengganggu upaya pemerintah daerah dalam hal penanganan Covid-19.

“Tidak akan mengganggu penanganan Covid-19. Hal seperti ini sudah biasa. Di mana OPD ini memiliki sistem, yang didalamnya terdapat para kabid dan kasie, sehingga selama mereka jalan semua, saya kira tidak ada masalah,” tukas Bupati. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Budaya Ngapi’i jadi pemicu stunting di Kota Santri

stunting1

Kajen, Wartadesa. – Budaya selepas melahirkan ‘Ngapi’i’ yakni ibu yang melahirkan hanya makan-makanan tertentu sebelum 40 hari kelahiran, tidak boleh makan yang amis-amis seperti ikan, daging dan telur, menjadi pemicu tingginya stunting di Kota Santri. Demikian disampaikan oleh Munafah Asip Kholbihi, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.

“Kasus di Sabarwangi, anak-anak stunting ternyata orang tuanya melakukan ngapii. Mereka diawasi simbah-simbahnya untuk ngapii. Sebelum 40 hari, tidak boleh makan amis-amis,” ujar Munafah dalam acara Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 yang diselenggarakan di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (20/4/2021).

Diketahui, Empat wilayah penyumbang angka stunting (kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya) di Kota Santri yakni Kecamatan Buaran, Karangdadap, Kajen dan Wonopringgo.

Menurut Munafah, kader PKK di tingkat desa terus berupaya memberikan sosialisasi ke ibu hamil dan melahirkan untuk memperhatikan asupan gizinya. Kultur ngapii ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung karena bisa memicu stunting.

Pjs Sekda Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto menyebut angka stunting saat ini sebanyak 1.631 balita dari jumlah balita yang ditimbang sebanyak 10.316 anak atau 15,81 persen.

Bambang menyebut dari hasil identifikasi, penyebab stunting tersebut banyak macamnya. Sehingga tidak bisa ditangani secara parsial. “Misal dari segi kesehatannya, harus ada penanganan dari mulai ibu hamil, melahirkan sampai usia balita,” ujar Bambang.

“Adapun pemicunya bisa gizi buruk, dan juga faktor yang menyangkut sanitasi, termasuk air bersih. Sehingga perlu diidentifikasi secara keseluruhan sehingga bisa ditangani,” lanjutnya.

Sementara itu Budi Darmoyo dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mengungapkan bahwa intervensi yang dilakukan dalam pencegahan stunting tidak semata dari segi kesehatan semata.

“Jangan terjebak stunting di masalah kesehatan saja. Intervensi lebih banyak di luar kesehatan. Itu yang harus kita cari dan keroyok. Banyak faktor pemicunya seperti akses air bersih kurang, ODF kurang, dan lainnya,” terang Budi Darmoyo. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Stasiun Pekalongan buka layanan GeNose

KA-pkl-Layani-vaksin-G-nose.jpg

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pelayanan pemeriksaan GeNose C19 bagi para penumpang kereta, kini dapat dinikmati di Stasiun Pekalongan mulai 30 Maret 2021. Hal demikian disampaikan oleh Kepala Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiantoro di Pekalongan, kemarin.

“Kami berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada penumpang untuk memenuhi syarat bepergian dengan KA di masa pandemi. Adapun layanan GeNose C19 di stasiun Pekalongan, merupakan kali pertama beroperasi,” kata Krisbiantoro.

Selain di Pekalongan, pemeriksaan GeNose juga dibuka untuk para penumpang di Stasiun Tawang, Poncol, Tegal dan Cepu.

Kris menjelaskan, mekanisma pemeriksaan GeNose yakni penumpang harus dalam kondisi sehat dan memiliki tiket KA jarak jauh. 30 menit sebelum pengambilan sampel GeNose, calon penumpang dilarang merokok, makan dan minum selain air putih.

Waktu berlakunya GeNose, menurut Kris yakni 3×24 jam, seperti PCR atau rapid antigen. Namun saat akhir pekan diberlakukan aturan 1×24 jam.

“Apabila hari libur nasional atau ‘long weekand’ pemerintah mengeluarkan aturan berbeda yaitu hanya berlaku 1×24 jam. Untuk prosesnya mudah, cepat, nyaman, dan terjangkau hanya Rp30 ribu, serta hasilnya hanya perlu menunggu sekitar 5 menit saja,” lanjut Kris.

Calon penumpang kereta akan dilayani pemeriksaan GeNose dari Senin hingga Kamis  mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Tak siap! Sekolah tatap muka di Pemalang ditunda

ani

Pemalang, Wartadesa. – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang akhirnya menunja uji coba pembelajaran tatap muka (KBM tatap muka) di Pemalang akibat belum siap.

Ani Khasanah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang,  mengungkapkan bahwa KBM tatap muka akan kembali digelar pada 5 April mendatang.

“Alasannya kebetulan kemarin pada tanggal 18 Maret, kami menerima surat dari Dindikbud Propinsi Jawa Tengah, bahwa untuk pelaksanaan uji coba tatap muka nanti diselenggarakan mulai 5 April sampai 16 April,” kata Ani Khasanah.

Selain alasan di atas, Ani menyebut bahwa orang tua siswa belum siap menerapkan protokol KBM tatap muka.  “Pada hari ketiga berjalannya uji coba sekolah tatap muka itu sepertinya masyarakat belum siap. Karena, masih ditemukan wali murid yang belum menerapkan protokol kesehatan, seperti masker.” Ujarnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Ani, setelah mengantarkan anak, orang tua memang pulang, tapi ternyata dia tidak pulang. Jadi menunggu di suatu tempat, karena lama tidak bertemu, akhirnya kan berkerumunan.

Alasan lainnya, menurut Ani,  adalah ternyata belum semua guru di sekolah piloting project, yang melaksanakan uji coba tatap muka itu tervaksinasi. Dindikbud mengakui, hal ini bagian dari ketidaksiapan dalam melaksanakan uji coba sekolah tatap muka.

Ani mengungkapkan bahwa pihaknya belum koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemalang supaya sekolah yang menjadi piloting project mendapatkan prioritas imunisasi.  “Kami belum koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten supaya sekolah piloting mendapatkan prioritas,” jelas Ani Khasanah.

Sebenarnya, tutur Ani, Dindikbud sudah mengirimkan data para guru se-Pemalang ke Dinkes untuk mengikuti vaksinasi. Namun, kata Ani, pihaknya tak mengira pelaksanaan vaksinasi di tiap-tiap kecamatan tidak serentak.

“Kami berkesimpulan bahwa masih ada kekurangan dari kesiapan kami. Kesalahan kami, mungkin sosialisasinya kepada masyarakat belum, koordinasinya mungkin, makanya itu menjadi evaluasi kami, untuk selanjutnya pembenahan, menyempurnakan kesiapan dalam uji coba tatap muka,” ungkap Ani Khasanah.

Diberitakan sebelumnya,  22 Sekolah Dasar (SD) dan 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pemalang menggelar ujicoba pembelajaran tatap muka sejak Kamis. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Sekolah di Mulyoharjo dan Bojongbata Pemalang tidak jadi KBM Tatap Muka

mukti agung

Pemalang, Wartadesa. – Meski sebelumnya 25 SD dan 17 SMP di Pemalang direncanakan menggelar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, namun Pemkab Pemalang memutuskan untuk membatalkan uji coba tersebut di beberapa sekolah di Kelurahan Mulyoharjo dan Kelurahan Bojongbata.

Sekolah yang dibatalkan melakukan uji coba (piloting project) KBM tatap muka diantaranya,  SMP Negeri 2 Pemalang, SMP Negeri 4 Pemalang, dan SMP Negeri 7 Pemalang di Kelurahan Mulyoharjo. Serta, SMP Negeri 3 Pemalang, di Kelurahan Bojongbata.

Ani KHasanah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang mengungkapkan alasan pembatalan tersebut.

“Jadi begini, yang tatap muka itu hanya sekolah piloting. Itu pun yang berada di zona hijau,” kata Ani.  Menurutnya SMP 2 ,3, 4, 7  di Kelurahan Mulyoharjo dan Kelurahan Bojongbata belum bisa dilaksanakan karena belum (zona) hijau.

Sementara itu Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengungkapkan bahwa syarat untuk menggelar KBM tatap muka adalah guru sudah mengikuti vaksinasi.

“Pertama pengajar harus sudah mengikuti vaksinasi, dan jumlah murid yang mengikuti pembelajaran di kelas hanya boleh 50 persen,” kata Agung.

Selain itu, pihak sekolah menurutnya juga wajib menyiapkan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan tatap muka, seperti persediaan masker bagi peserta didik dan alat cuci tangan maupun hand sanitizer untuk mencegah penularan Covid-19.

Sebelum pelaksanaan KBM tatap muka, para pengajar di sekolah yang masuk uji coba sudah menjalani vaksinasi pada Rabu (17/03) di Puskesmas.  (Bono)

Berita Terkait 

17 SD dan 25 SMP di Pemalang mulai KBM Tatap Muka Kamis besok

 

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya