Bojong, Wartadesa, – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Dampak Proyek Tol melakukan aksi unjuk rasa menuntut PBTR (PT. Pemalang Batang Toll Road) segera melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat aktifitas kendaraan proyek tol di wilayah Kabupaten Pekalongan, Rabu (25/04).
Salah satu peserta aksi, Islah mengatakan bahwa warga sudah terlampau khawatir dengan kondisi kerusakan jalan yang selalu mengancan keselamatan pengguna jalan.
Warga menuntut perbaikan jalan dilakukan segera demi keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut karena sudah banyak memakan korban jiwa.
“Kami menuntut perbaikan jalan demi keselamatan warga pengguna jalan, tak sedikit korban berjatuhan, jangan mengatasnamakan proyek nasional namun menciderai hak rakyat kecil.” Lanjut Islah.
Islah mengungkapkan bahwa warga Kota Santri sudah bosan dengan janji-janji pelaksana proyek tol yang tidak juga dipenuhi, “Kami bosan dengan janji-janji pihak yang mengerjakan proyek tol, namun sampai sekarang kita malah melihat dan merasakan jalan yang makin bobrok,” imbuh Islah.
Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang hadir dalam aksi tersebut mengaku sepakat dengan tuntutan warga, “Saya sepakat supaya jalan diperbaiki, hal tersebut sudah saya sampaikan setahun yang lalu, persis menjelang bulan Ramadhan seperti ini,” sebut Hindun.
Politisi perempuan tersebut meminta agar warga mengawasi, apakah pengembang tol benar-benar bertanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan jalan, atau malah sebaliknya.
“Mari kita awasi bersama apakah pengembang benar-benar mau bertangung jawab apa tidak.” Himbaunya.
Situasi aksi berjalan lancar dan tertip dibawah pengawasan pihak keamanan setempat. (Eva Abdullah)










