close
Sosial Budaya

Dorong inovasi desa dengan PID

pid
Pembentukan TPID Kecamatan Kedungwuni di aula kecamatan, Rabu (12/09)

Kedungwuni, Wartadesa. – Program pembangunan melalui Dana Desa diharapkan tidak melulu berhubungan dengan pembangunan fisik (infrastruktur), tetapi lebih diarahkan pada bagaimana muncul inovasi dan produk inovasi dari warga desa.  Pemerintah pusat mendorong hal tersebut dengan meluncurkan Program Inovasi Desa (PID).

Program Inovasi Desa lahir karena banyak desa dianggap belum memiliki kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terutama kapasitas aparatur desa dan masih lemah dalam kemampuan tata kelola desa. Lahirnya program akan didampingi oleh tenaga pendamping yang membantu aparat desa dan warga desa mempercepat peningkatan kesejahteraan desa.

Tidak dipungkiri adanya dana desa masih belum mampu menciptakan kesejahteraan warga. Kemampuan yang belum memadai itulah yang menimbulkan kekawatiran dana desa yang jumlahnya besar itu akhirnya habis tanpa menghasilkan kemajuan yang berarti. Itulah alasan PID lahir.

Demikian disampaikan oleh Ahmad Turmudi, TAPD Kabupaten Pekalongan dalam sosialisasi dan pembentukan Tim PID (TPID) di Aula Kecamatan Kedungwuni semalam, Rabu (12/09).

Acara yang diharidi oleh Camat Kedungwuni, Kasi PMD, Pendamping Desa, perwakilan warga dan Kades se Kecamatan Kedungwuni ini merupakan kali pertama digelar di Kota Santri.

Tenaga yang akan disediakan untuk mendampingi desa dalam program PID berupa Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa sampai Tenaga Ahli di tingkat pusat. Beberapa agenda yang bakal dilakukan dalam PID adalah penguatan kewirausahaan yang diprakarsai BUMD, menemukan formulasi produk unggulan dan berbagai peningkatan ekonomi desa lainnya.

Menurut Turmudi, munculnya inovasi desa harusnya sejak dari perencanaan. Sehingga muncul inovasi dari desa yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Inovasi warga tersebut nantinya dibiayai dengan Dana Desa.

Sementara, Bambang Hermawanto,  Pendamping DEsa Kecamatan Kedungwuni, mengungkapkan bahwa sosialisasi PID dan pembentukan TPID Kecamatan Kedungwuni merupakan kali pertama di Kabupaten Pekalongan.

“Hari ini sosialisasi dan membentuk tim TPID yang anggotanya diambil dari kalangan masyarakat, nantinya mereka bertugas menjaring ide-ide dari desa untuk didata pada skala kecamatan. Ide-ide inovasi desa tersebut nantinya akan diekspos dalam bursa inovasi desa.” Tutur Bambang.

Menurut Bambang, TPID tiap kecamatan dianggarkan Rp. 70,5 juta sejak pembentukan hingga gelaran bursa inovasi desa pada Desember mendatang.

Terpilih dengan penunjukan tujuh perwakilan dari beberapa desa se-Kecamatan Kedungwuni untuk menjadi TPID. Pemilihan anggota TPID dipimpin oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Kedungwuni, Hufron Jamal.

Ketujuh anggota TPID hari ini, Kamis (13/09) berkumpul di Kecamatan Kedungwuni untuk membentuk struktur organisasi. (WD)

Tags : Dana Desainovasi desaPID