close
Layanan PublikOlahragaSosial Budaya

Dua kali dijadwalkan, suporter Persekap gagal ketemu bupati

suporter
Audiensi. Suporter Persekap Pekalongan beraudiensi dengan Pemkab Pekalongan, Senin (22/07)

Kajen, Wartadesa. – Dua kali dijanjikan untuk bertemu langsung dengan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Suporter Persekap harus gigit jari. Pasalnya, siang kemarin, Senin (22/07), suporter Persekap  gagal menemui orang nomor satu di Kota Santri, meski sudah dijadwalkan sebelumnya. Asip sedang ada acara di Makasar untuk menerima penghargaan Kota Layak Anak.

Imam Chasani, perwakilan suporter Persekap mengatakan, tidak seperti audiensi pertama yang tidak ditemui perwakilan Pemkab Pekalongan, kali ini Pemkab mewakilkan Bambang Irianto dari Dindikpora dan Ali Reza, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Pekalongan.

Pria yang akrab disapa Katank Nusantara ini mengungkapkan bahwa ada tiga point yang disampakan suporter Persekap dalam audiensi tersebut.

Pertama, Suporter Persekap meminta Pemkab Pekalongan secepatnya membangun dan menata stadion yang layak, bertaraf nasional sesuai dengan kesepakatan dengan DPRD tahun 2018 lalu.

Kedua, Suporter Pesekap mendesak Bupati Pekalongan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Askab PSSI Kabupaten Pekalongan.

Ketiga, Para suporter meminta agar Bupati Pekalongan memikirkan nasib pemain dan pelatih yang belum menerima gaji selama dua bulan, yakni bulan April dan Mei, pada musim ini.

Terkait tiga tuntutan suporter Persekap tersebut, menurut Imam, Kepala Dindikpora, Bambang Irianto mengungkapkan akan membangun dan menata Stadion Widya Manggala Krida Kedungwuni secara bertahap mulai tahun 2019. Pada tahun ini telah dianggarkan Rp. 1,7 miliar.

Bambang melanjutkan bahwa terkait dua point lainnya, pihaknya akan melaporkan kepada Bupati Pekalongan. Selepas audiensi di ruang rapat Bupati Pekalongan, 20 suporter Persekap meninggalkan ruangan dengan tertib. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Beredar spanduk ajakan KLB Askab PSSI Pekalongan

 

Suporter Persekap galang koin dan gelar mimbar bebas

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Persekapsuporter