close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Duh! Gara-gara putus cinta, pria ini rekam aksi bunuh dirinya

merekam bunuh diri
Petugas melakukan visum pelaku bunuh diri di Siwalan

Siwalan, Wartadesa. – Aksi nekad dilakukan oleh pria bernama Wahono (20), pemuda asal Dukuh Gandu Kidul, Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan ini merekam aksi bunuh dirinya dan dikirimkan ke WA pacarnya. Senin (14/01).

Aksi Wahono tersebut dilakukan lantaran ia diputus cinta oleh kekasih pujaannya. Korban melakukan bunuh diri dengan meminum air campuran sabun cuci dan dilanjutkan dengan gantung diri dengan tali rafia.

Wahono merekam dan memfoto aksinya dengan ponsel miliknya kemudian dikirimkan ke ponsel pacarnya melalui jejaring sosial WhatsApp.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, melalui kasubbag Humas Iptu Akrom membenarkan bahwa pihak Kewpolisian Polres Pekalongan dalam hal ini Polsek Sragi pada hari Senin (14/1/2019) sekitar pukul 18.00 WIB telah menerima laporan dari perangkat Desa Tengeng Wetan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan tentang ditemukannya seorang laki-laki yang meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara menggantung diri.

Dari laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan selanjutnya melakukan olah TKP, mencari barang bukti dan mencari saksi.

Lebih lanjut Kasubbag Humas mengatakan , dari hasil keterangan saksi diperoleh keterangan bahwa diketahui pada hari Senin (14/1/2019) sekitar pukul 18.00 wib, saat itu kedua orang tua Korban pulang dari pasar Sragi dari berjualan di pasar sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Ibu Korban mendapati pintu samping rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan pintu utama juga dalam keadaan terkunci sehingga Ibu Korban membuka secara paksa pintu samping rumah.

Setelah pintu samping terbuka, Ibu Korban menuju kedapur dan melihat Korban (anaknya) dalam keadaan tengkurap di lantai dengan kepala menghadap ke selatan. Melihat hal itu Ibu Korban langsung berteriak kepada “Bah .. Abah Sindong Knopo Iki..” (Pak Anak Kita Kenapa Ini), Kemudian Ayah Korban yang pada saat itu masih berada di luar rumah langsung menghampiri Istrinya.

Karena panik melihat korban dalam keadaan tidak sadarkan diri lalu Kedua orang tua Korban mengangkat anaknya tersebut untuk di bawa ke kamar , selanjutnya Ayah korban memberitahu tentang perihal keadaan Keadaan Korban kepada kakak korban melalui handphone .

Sesampainya dirumah, korban langsung dibawa ke Puskesmas Sragi dan pada pukul 18.45 wib Korban langsung diperiksa oleh Perawat Jaga Puskesmas Sragi dan Mantri Kesehatan. Namun dari hasil pemeriksaan Korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Berdarkan hasil visum luar dari tubuh korban yang dilakukan oleh petugas jaga Puskesmas dan Mantri Kesehatan Puskesmas Sragi , tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan namun hanya ada bekas jeratan di leher bagian atas,” ucap Iptu Akrom

Dari hasil penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui pertama kali menemukan korban dengan didukung oleh bukti-bukti petunjuk atas kematian korban. Petugas menduga kalau Korban diduga melakukan bunuh diri dengan sebelumnya meminum air campuran sabun cuci, setelah itu korban melakukan gantung diri didapur dengan menggunakan tali raffia yang telah disediakannya , dibuktikan dengan rekaman dan foto dari handphone milik korban, tambah Kasubbag Humas. (Humas Polres Pekalongan)

Tags : bunuh diri

Leave a Response