close
albarkah
Kampanye Bantu Belajar GNU/Linux Yayasan Al-Hijrah, Cikalongkulon. Foto: Istagram Al-Hijrah Cikalongkulon

Cianjur, Wartadesa. – Sistem operasi sumber terbuka (open source) berbasis Ubuntu, Grombyang OS, terus diperkenalkan anggota komunitas grOS dalam lingkungan para penggiatnya. Sebut saja Saepul Anwar yang lebih dikenal dengan Etc Session, guru Bahasa Indonesia di SMP/SMA Al-Barkah, Cikalongkulon, Cianjur ini rela menjadikan laptopnya menjadi bahan “oprekan” anak-anak didiknya dalam mempelajari GNU/Linux Al-Hijrah (Grombyang OS edisi Al-Hijrah). Bahkan ia sempat menggalang donasi di media crowdfounding Kita Bisa dalam kampanye Bantu Belajar GNU/Linux Untuk PAUD dan TPQ Al-Hijrah.

Sekali lagi, Warta Desa melakukan wawancara online (daring–dalam jaringan) dengan Saepul Anwar disela-sela jam mengajarnya di SMP/SMA Al-Barkah Cikalongkulon, Cianjur, Selasa (29/10/2019). Saepul yang lebih dikenal dengan Etc Session mengungkapkan bahwa sebenarnya ia guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun hobi ngoprek (memodifikasi/mengutak-atik) sistem operasi GNU/Linux mempertemukannya dengan anggota komunitas Grombyang OS.

Baca: Penggiat Grombyang OS, mengedukasi warga sekitar dengan taman bacaan

Etc Session menceritakan awal bergabungnya dengan Grombyang OS, dalam obrolan online (daring) Forum KPLI (Komunitas Penggiat Linux Indonesia) Pemalang. Saat itu Sumitro Aji Prabowo (Bowo) dan Jordan Andrean (Jordan) menggelar lomba logo untuk forum online (merupakan fasilitas yang tersedia di internet, dan penggunanya dapat berdiskusi sesuai topik dalam grup).

Santri TPQ Al-Hijrah belajar G-Compris, sebuah aplikasi GNU/Linux. Foto: Istagram Al-Hijrah Cikalongkulon

Saat itu mas Bowo dan Jordan menyelenggarakan lomba logo untuk forum, saya gabung ajak Niko (Niko Tidar Lantang Perkasa) dan Yogo (Yogo Sanjaya Lubis). Dari obrolan intens, kami ingin membuat sebuah karya yang bermanfaat untuk masyarakat. Akhirnya saya dan Niko sebagai tim Research (pengembangan) Gros menyusun GrombyangOS dan dites bersama-sama. Hingga berjalannya waktu, dikembangkan bersama diterapkan dan dipromosikan bersama. Saya masih menyimpan file source (sumber/asal) dari titik awal sampai versi GrombyangOS terahir.” Ujar Etc membuka cerita.

Kelompok Grombyang OS akhirnya memenangkan gelaran SATU Indonesia Award (SIA) 2019. Selepas memenangkan perhelatan tersebut, Etc mengembangkan pendidikan–lebih tepatnya pembelajaran– yang berhubungan dengan penggunaan dan engenalan sistem operasi berbasis sumber terbuka, tanpa meninggalkan kesibukannya mengajar Bahasa Indonesia.

Santri TPQ Al-Barkah mengguakan laptop pribadi Etc Session untuk belajar GNU/Linux. Foto: Istagram Al-Hijrah Cikalongkulon

“Aktivitas utama saya sebagai tenaga pendidik (Guru) di SMP/SMA Al-Barkah Cikalongkulon, diberikan amanah fasilitas Laboratorium Komputer sekolah. Disela-sela kesibukan mengajar saya bisa mengembangkan Grombyang OS dan mencobanya. Para siswa dan guru pun dilibatkan sebagai tester. Selain itu, saya pun mengasuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Yayasan Pendidikan Al-Hijrah Cikalongkulon sehingga ada kesempatan memberikan pendidikan komputer, khususnya program Belajar GNU/Linux Untuk Al-Hijrah bagi para santri di TPQ tersebut.” Lanjut Etc.

Sebagai penggiat Grombyang OS di wilayah Cikalongkulon, hambatan utama dalam memperkenalkan sistem operasi anti mainstream,  Etc Session, dihadapkan pada fasilitas komputer yang belum memadai. Hingga ia harus merelakan laptop pribadinya untuk dioprek anak-anak didiknya. “Makanya saya pun berinisiatif membuat kampanye di laman crowdfounding Kita Bisa.” Tuturnya.

Paket bantuan dari komunitas Belajar LibreOffice Indonesia (BLOI) kepada Yayasan Al-Barkah Cikalongkulon untuk pembelajaran GNU/Linux. Foto: Istagram Al-Hijrah Cikalongkulon

Beragam dukungan didapatkan Etc Session dalam pembelajaran GNU/Linux Al-Hijrah. Dukungan pertama dari kepala sekolah, dimana ia mengajar, yakni Abdul Rasyid, Kepala SMP/SMA Al-Barkah, Cikalongkulon. Dukungan pun datang dari Taufik Hidayat dari komunitas Belajar LibreOffice Indonesia (BLOI) dan Yayasan Pundi Amal SCTV.

“Pak Abdul Rasyid, selaku kepala SMP/SMA Al-Barkah Cikalongkulon memberikan keleluasaan fasilitas laborat komputer untuk dijadikan basis pengembangan GrombyangOS dan gerakan Open Source di lingkungan saya. Selain itu, Mas Taufik Hidayat dari komunitas Belajar LibreOffice Indonesia (BLOI) telah mendonasikan buku Belajar LibreOffice. Ada juga dari Yayasan Pundi Amal SCTV mendonasikan satu perangkat Komputer PC untuk Yayasan Al-Hijrah Cikalongkulon.” Tutur Saepul Anwar.

Menutup pembicaraan, guru Bahasa Indonesia penggiat sistem operasi sumber terbuka ini berharap, gerakannya didukung oleh berbagai pihak, baik dinas pendidikan, Astra dan pihak-pihak terkait terutama dalam pengadaan peralatan komputer. “Harapan saya, adanya dukungan yang lebih optimal dari semua pihak, baik dari Astra Award dan Dinas Pendididkan terutama dalam pengadaan perangkat komputer. Di kampung seperti ini (Cikalongkulon), PC jadul lebih berharga dan akan bermanfaat dalam kegiatan pembelajaran para siswa dan santri TPQ kami.” Harapnya.

Sebelum Warta Desa menutup telepon, dengan penuh semangat Etc Session berseru “Salam open source!”. (Buono)

Tags : Al-BarkahAl-HijrahCianjurCikalongkulonGrombyang OSGrombyangOSIndonesiaBicaraBaikKitaSATUIndonesia