close
bahan pengawet

Batang, Wartadesa. – Makanan berbahan pengawet masih saja ditemukan beredar di masyarakat. Rhodamin (pewarna tekstil) dan borak digunakan para pedagang untuk mengawetkan dagangannya. Sidak yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Batang bersama Satpol PP dan pihak kepolisian mendapati  pewarna kimia dan borak yang dicampur dalam bahan makanan di Pasar Batang, Selasa (14/05).

Keterangan dari Riza Zakia, Kepala Seksi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinkes Batang menyebut bahwa pihaknya melakukan uji sampel pada empat agar-agar warna merah, hijau, teri nasi dan cumi kering. Hasilnya empat sampel agar-agar warna merah mengandung rhodamin level 1 dan 2 gritnya.

Sedang pada sampel agar-agar warna hijau negatif rhodamin dan metanil yelow.  “Dari empat sempel ager – ager warna merah menggunkan pewarna rhodamin sekitar level 1 dan 2 gritnya. Yang warna hijau negatif rhodhamin dan metanil yelow. Walaupun ditemukan sedikit namun sangat sangat berpengaruh pada kesehatan,” tutur Riza Zakia.

Pada sampel teri nasi, positif mengandung formalin dengan grit 2, sementara untuk cumi-cumi kering negatif mengandung formalin.

Riza Zakia menambahkan, bahan kimia rhodamin dan metanil yelow jika dikonsumsi secara terus-menerus akan meracuni tubuh. “Rhodamin dan metanil yelow bukan pewarna makanan, apabila dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus akan meracuni tubuh kita, dan menyebabkan penyakit kanker,” lanjutnya.

Menurut Riza, temuan tersebut nantinya akan dibawa ke rapat satgas makanan dan obat-obatan ilegal.  “Nanti akan ada tindakan dari satgas makanan dan obat – obatan berupa pembinaan dan penegakan hukum, dan ini bisa kita limpahkan ke penegak hukum,” tuturnya.

Mengenali makanan yang mengandung zat berbahaya

Ciri makanan berformalin

  • Mi basah berformalin: Tidak lengket, lebih mengilap, tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar, dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat celsius).
  • Tahu berformalin: Teksturnya terlampau keras, kenyal tetapi tidak padat. Tidak rusak sampai 3 hari dalam suhu kamar dan bisa tahan 15 hari dalam kulkas.
  • Ikan berformalin: Warna insang merah tua tidak cemerlang, bukan merah segar, dan warna daging ikan putih bersih. Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar.
  • Ikan asin berformalin: Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin. Tidak dihinggapi lalat di area berlalat, tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu 25 derajat celsius.
  • Bakso berformalin: Teksturnya sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar.
  • Ayam berformalin: Teksturnya kencang, tidak disukai lalat, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar.

Ciri makanan mengandung boraks:

  • Mi basah: Teksturnya kental, lebih mengilat, tidak lengket, dan tidak cepat putus.
  • Bakso: Teksturnya sangat kental, warna tidak kecoklatan seperti penggunaan daging, tetapi lebih cenderung keputihan.
  • Snack: Misalnya lontong, teksturnya sangat kenyal, berasa tajam, sangat gurih, dan memberikan rasa getir.
  • Kerupuk: Teksturnya renyah dan bisa menimbulkan rasa getir.

Ciri makanan menggunakan pewarna rhodamin B dan methanyl yellow:

  • Warnanya mencolok
  • Cerah mengilap
  • Warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal)
  • Ada sedikit rasa pahit
  • Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya

( WD  dengan berbagai sumber)

Tags : bahan pengawet makananboraksformalin