close
banjir batang

Sragi, Wartadesa. – Curah hujan yang cukup tinggi di daerah atas dan wilayah bawah Kabupaten Pekalongan  pada Senin malam hingga dinihari menyebabkan sebagian besar wilayah Kecamatan Sragi tertutup air, alias banjir, Selasa (14/01). Air menggenangi wilayah Dukuh Krandon, Sijeruk, Sumublor, dan Gebangkerep Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan.

Banjir yang menggenang di tiga desa tersebut, hingga siang kemarin belum surut. Bahkan jalan utama Desa Gebangkerep tertutup air setinggi lutut orang dewasa.

Di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, air naik  kerumah warga melalui sela-sela keramik rumah salah seorang warga. Dalam sebuah video postingan @bakoel_pindang di media sosial, terlihat anak-anak sedang berselancar dengan air di dalam rumah seorang warga. Air dengan ketinggian mata kaki orang dewasa tersebut muncul dari bawah tanah, naik melalui sela-sela keramik warga. Senin (13/01).

Sementara itu di Batang, air menggenangi tiga desa di wilayah Gringsing. Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan bahwa banjir terjadi akibat luapan Sungai Jenes di Desa Sidorejo, Desa Krengseng, dan Desa Yosorejo, dan Kutosari.

Hingga Selasa siang, banjir masih menggenangi warga, meski sudah mulai surut. Lanjut Azmi. Ketinggian air di Sidorejo mencapai 30 centimeter.  Sementara di Dukuh Sidodadi, Desa Krengseng ketinggian air 50-70 centimeter.

Di Dukuh Mundu, Desa Yosorejo, ketinggian air mencapai 50-90 centimeter.“Penyebab air banjir yang menggenangi tiga desa ini selain diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi, juga dikarenakan saluran pembuangan air dari jalan tol semua berakhir di Sungai Jenes. Tak heran jika Sungai Jenes akhirnya meluap,” jelas Azmi. (Eva Abdullah)

Tags : banjirBatangPekalongan