close
Lingkungan

Ini tanggapan Wihaji terkait nelayan tangkap ikan “Batu Bara”

bersihkan indonesia
Postingan Bersihkan Indonesia terkait nelayan di Batang yang mendapatkan batu-bara saat menjala ikan. Foto: FB Bersihkan Indonesia

BATANG, WARTADESA. – Kabar tentang nelayan Roban Timur, Desa Sengon, Subah, Batang yang melaut dan menangkap ikan “Batu Bara” akhirnya sampai juga ke orang nomor satu di Kota Batang Berkembang, Wihaji, Senin (21/12) kemarin.

Sebelumnya, akun media sosial Bersihkan Indonesia pada tanggal 19 Desember 2020 memposting foto dengan caption, Kamis 17 Desember 2020 pagi kepada serat.id Munanto mengeluh soal tangkapan ikan para nelayan di Roban Timur, Kelurahan Sengon, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Seperti biasa mereka melaut untuk mencari ikan pagi itu. Namun setelah mereka mengangkat “payang” (jala), bukan hanya ikan yang didapat, tapi batu bara juga terjaring. #BersihkanIndonesia.

Pada foto kedua, Bersihkan Indonesia menulis caption, Kalau batu bara yang tersangkut jala kecil-kecil bisa diangkat, tapi kalau besar ya gak bisa, pasti rusak,” ujar Munanto. Dia menjelaskan, untuk biaya perbaikan jala yang rusak itu antara Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Postingan tentang ikan “Batu-Bara” juga diungga akun media sosial Batang Update dalam unggahan video, postingan tersebut dibagikan 78 kali dengan 111 kometar dan 3000 tanggapan.

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan, pihaknya telah memerintahkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Batang untuk melakukan kroscek.

“Saya baru dapat kabar dari medsos kemarin sore, (Senin, 21/12), lalu saya panggil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan untuk berkoordinasi hal tersebut,” kata Wihaji.

Orang nomor satu di Batang tersebut menambahkan bahwa ia membela nelayan Batang. “Saya membela nelayan kabupaten Batang. Persoalannya itu dari mana siapa yang mebuang atau tercecer kita cek, adakah hubungan dengan uji coba PLTU Batang atau tidak,” lanjutnya.

Wihaji akan mengkonfirmasikan temuan nelayan tersebut dengan pihak PLTU Batang. “Kita akan cek juga PLTU karena asusmsinya PLTU Batang bahan bakunya dari batu bara,” pungkasnya. (Bono)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : batu baraberita batangnelayan tangkap batu barawihaji